Tambak Udang Karangnawing Diindikasi Tidak Kantongi Izin, Warga Pagelaran Lakukan Aksi Demo

Tambak Udang Karangnawing Diindikasi Tidak Kantongi Izin, Warga Pagelaran Lakukan Aksi Demo

Lembarberita.co.id – Aksi demo warga masyarakat Malingping yang tergabung dalam aliansi kemasyarakatan LSM Limbas, Jumat ( 10/8) di depan kantor kecamatan Malingping Kabupaten Lebak.

Menurut Ketum LSM Limbas Yudi Guntara dalam orasinya menyatakan, bahwa Pemerintah kecamatan Malingping Kabupaten Lebak selalu adanya pembiaran dalam kegiatan Proyek tambak udang yang berada ditempat wisata karangnawing desa pagelaran, atau adanya kongkong Malingping dengan pihak perusahaan PT.Sukses Damai Bahari.

Namun kata Yudi, PT.Sukses Damai Bahari sampai saat ini belum diketahui memiliki izin yang resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak Provinsi Banten, sedangkan sepengetahuan nya bahwa perusahaan tersebut hanya memiliki lahan 18 Ha, sedang-kan tanah yang di garap seluas 21,3 Ha, untuk sepandan pantai luas 3,3 Ha termasuk Garis Sepandan pantai ( GSP ) sedangkan batas Sepandan pantai 100 meter dari titik pantai sedang pasang.ujar Yudi

Yudi melanjutkan orasinya, bahwa kegiatan Proyek tambak udang tersebut sudah terpasang pagar cor 15 meter dari permukaan laut, ini jelas pihak perusahaan sudah melanggar Perpres dan Perda Kabupaten Lebak.

Selanjutnya Yudi meminta agar Sepandan pantai harus difungsikan kembali sebagai hutan lindung,dan proyek harus memberhentikan operasinya (stop)juga meminta kepada pihak perusahaan memperhatikan lingkungan hidup,dan memperlihatkan izin kepada kami.ujar Yudi

Selanjutnya awak media hubungi kepala desa pagelaran lewat pesan singkatnya menyatakan bahwa “dirinya belum pernah melihat izin dan belum pernah kordinasi dengan desa”.ujar Enok/kades.

Camat Malingping dalam pesan singkatnya menyatakan bahwa “dirinya tidak tahu ada demo di depan kantor kecamatan Malingping, dan saya belum pernah menerima apapun dari pihak perusahaan tambak udang karang nawing desa pagelaran, adapun temen-temen menyebutkan bahwa dirinya kena suap siapa yang menyuapnya”.ujar Sukanta.(UI )

Tinggalkan Balasan