Polisi Razia THM Tak Indahkan Protokol Kesehatan

Polisi Razia THM Tak Indahkan Protokol Kesehatan

Lembarberita.co.id, Cilegon – Guna mengantisipasi penyebaran dan penularan virus Covid-19, dan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Cilegon rutin melakukan operasi cipta kondisi dan razia, namun seolah kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Cilegon.

Kapolsek Cilegon Kompol H. Jajang Mulyaman, ditemui usai memimpin kegiatan cipta kondisi, berharap dengan rutin dilakukannya kegiatan cipta kondisi dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, serta mengantisipasi gangguan keamanan menjelang Pilkada.

”Kegiatan rutin cipta kondisi dan razia ini akan berlanjut secara intensif demi menjaga stabilitas kamtibmas khususnya selama tahapan Pilkada serentak 2020,, serta pengawasan untuk mencegah terjadi klasker baru penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon,” ujar Jajang, Rabu (25/11/2020).

Namun sangat disayangkan, sejumlah pengusaha tempat hiburan malam di Kota Cilegon, kerap kali masih membandel dengan tetap buka di saat angka kasus pandemi Corona masih terjadi dan angkanya terus bertambah, akan tetapi seolah tidak ada tindakan dari Pol PP.

Pada Senin malam hingga Selasa (24/11/2020) dinihari, Polsek Cilegon melaksanakan kegiatan Cipta Kondisi serta Razia Miras dan penyakit masyarakat dalam rangka menghadapi Pilkada Kota Cilegon tahun 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan atas perintah Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono, dengan sasaran tempat hiburan malam yang masih beroperasi. Dari lokasi Cafe Gram, petugas mengamankan ratusan botol minuman keras lokal dan import berbagai jenis dan merek, diduga tidak memiliki ijin (cukai).

Menjawab pertanyaan wartawan, Kapolsek Cilegon mengatakan, dalam kegiatan razia malam itu, diamankan sebanyak 182 botl miras berbagai ukuran, jenis dan merek.

“Pada kegiatan rutin kali ini, lagi-lagi kami masih menemukan pengelola cage yang masih membandel. Adapum miras berbagai merek berhasil kitaamankan, diantaranya seperti anggur merah, porst, guines, angker, bintang, singaraja, alstar, kawa-kawa, anggur gingseng, kaltenberg, dan konig ludwig wilssbir,”ujarnya.

Kapolsek menambahkan, pada Selasa dinihari itu, juga diamankan puluhan notol miras dan minuman opolosan (kecut) dari warung penjual jamu seduh. Total keseluruhan 182 botol miras.

“Seluruh miras yang berhasil kami amankan dari beberapa kali hasil kegiatan operasi cipta kondisi dan razia yang saya dan anggota lakukan, saat ini sudah memenuhi gudang tempat penyimpanan di Polsek Cilegon, dan tidak ada satu botolpun luput dari pengawasan saya untuk dapat dikeluarkan. Semuanya akan dimusnahkan dalam waktu dekat ini,”ujar H Jajang.

H Jajang mengungkapkan, razia serupa ini merupakan agenda rutin, danakan terus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, dengan sasarannya yakni tempat-tempat yang masih sering dipakai berkerumun warga.

Untuk diketahui, jumlah kasus positif Corona terhitung sejak Senin (23/11/2020), tercatat 1.146 orang. Adapun untuk pasien yang dirawat 119 orang, pasien dinyatakan sembuh 985 orang, dan 42 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara saat ini, ruang isolasi mandiri di Wisma Isolasi COVID-19 di Kota Cilegon yang diperuntukkan bagi mereka yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG), sudah penuh seiring dengan bertambahnya kasus positif Corona.

“Dari 41 kamar yang kita siapkan, memang sudah full semuanya. Dan ini saya kira disebabkan oleh penambahan kasus yang cukup banyak, terutama yang kluster keluarga,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Cilegon Dana Sujaksani. Selasa (24/11/2020).

Wisma Isolasi diperuntukkan bagi mereka yang masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Pihak Dinkes sudah berkomunikasi dengan RS Darurat Wisma Atlet dan RSU Banten untuk menampung pasien dari Cilegon.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten, mencatat status penyebaran COVID-19 di sejumlah daerah di wilayahnya kembali naik. Kota Cilegon yang tadinya sudah berstatus zona oranye, pada bulan Oktober kembali masuk zona merah.

“Selain akibat libur panjang, status zona penyebaran virus yang berasal dari negeri tirai bambu itu karena sejumlah kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan orang. Ditambah lagi, penegakan hukum terhadap orang-orang yang melanggar protokol kesehatan dinilai tidak ditindak tegas,”tegas Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji. (daeng yus)

Tinggalkan Balasan