Bea Cukai Merak Angkat Bicara, Praktisi Hukum Menilai “Ada Dugaan Tindakan Pidana Murni”

Bea Cukai Merak Angkat Bicara, Praktisi Hukum Menilai “Ada Dugaan Tindakan Pidana Murni”

Lembarberita.co.id, Cilegon – Hasil pemberitaan sebelumnya “Diduga 86, Oknum Pegawai Bea Cukai Merak Susah Ditemui”, melalui Agung Himawan Permono selaku Kepegawaian Bea Cukai Merak angkat bicara.
Agung, mengkarifikasi berita yang telah beredar dimedia online itu tidak benar.


“Kami sudah membaca Link berita yang mba kirim, yaitu adanya dugaan tindakan 86, dan oknum Bea Cukai Susah ditemui, yang pertama kami tidak mengetahui itu oknum siapa nama aslinya, yang kedua kami juga tidak mengetahui kedatangan mba kemaren ke kantor kami, dari berita yang mba kirim ke kami itu tidak benar, kalau untuk pegawai yang berinisial ‘B’ itu benar pegawai di Bea Cukai Merak, tetapi untuk dokumen yang mba maksud bukanlah dokumen yang dikeluarkan oleh Bea Cukai Merak, dan yang saya liat kemungkinan dokumen tersebut yang mengeluarkan adalah pihak Kanwil, itu hanya kemungkinan loh”, jelas Agung saat ditemui di Kantor Bea Cukai Merak. Selasa, 12-01-21.

Dengan adanya bantahan dari salah satu pegawai Bea Cukai Merak, Tim Lembarberita.co.id kembali menelusuri kebenaran informasi tersebut, dan tim lembarberita.co.id berhasil memperoleh informasi lainnya dari Iwan Setiawan, ia juga memaparkan serta memberikan bukti percakapan dirinya dengan penyalur rokok yang diduga ilegal itu.

Dalam rekaman percakapan tersebut, penyalur rokok yang diduga ilegal berinisial “I” mengatakan bahwa kedatangan oknum Bea Cukai Merak itu didampingi oleh salah satu pegawai kanwil Direktorat Jendral Bea Cukai Banten.

“Oknum pegawai Bea Cukai Merak yang berinisial “B” itu datengnya dengan pegawai Kanwil DJBC (Direktorat Jendral Bea Cukai) Banten kang, saya dapet Dokumen Berita Acara Penyerahaan Barang sama dokumen Surat Bukti Penindakan itu dari orang Kanwil. Oknum yang berinisial “B” itu bilang ke saya, ‘kamu habisin aja dulu barang ini, jika sudah tahun baru kamu temui saya lagi,” hasil rekaman yang diberikan kepada Lembarberita.co.id saat Iwan berkomunikasi dengan ‘I’.


Dari informasi tersebut, lembarberita.co.id mencoba meminta tanggapan kepada salah satu praktisi Hukum yang berada diwilayah Kota Cilegon.

Evi Silfi Sofawi dalam penjelasannya menyampaikan, ia menilai ada dugaan pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh pihak Bea Cukai Merak, terkait dengan beredarnya rokok ilegal Merek HIT MAN, CARTEL, HIT BOLD.

“Ya kalau benar dokumen itu bukan Bea Cukai Merak yang mengeluarkan, harusnya ada penindakan. Dikhawatirkan surat tersebut bodong alias palsu, kalau benar itu surat palsu berarti disini ada tindakan pidana murni, yaitu tindakan pidana pemalsuan dokumen, dan seharusnya pihak media bisa mengkonfirmasikannya kembali kepada Kanwil, benar atau tidak dokumen tersebut kanwil yang mengeluarkan, jika tidak maka harus segera diproses hukum, oknum yang mengeluarkan dokumen tersebut”. tegas Evi saat dihubungi melalui telpon seluler.

Evi menambahkan, jika benar adanya dokumen yang dipublikasikan oleh media lembarberita.co.id tersebut bukan dokumen yang dikeluarkan oleh Bea Cukai Merak, maka seharusnya Bea Cukai Merak segera menindaklanjuti informasi ini dengan maksimal.
“Hasil wawancara wartawan yang saya dengar terkait adanya dugaan penyaluran roko illegal, Merek HIT MAN, CARTEL, HIT BOLD itu sudah jelas ada pelanggaran hukum pidana, sesuai dengan amanah UU Bea Cukai, seharusnya pihak Bea Cukai melakukan tindakan penyitaan jika itu terbukti benar”, jelas Evi. (Lidya/Red).

Tinggalkan Balasan