Gawat, Kabupaten Serang Dikepung Bandar Obat Keras Jenis Hexcymer dan Tramadol

Lembarberita.co.id, Serang,- Peredaran dan perdagangan obat keras seperti Hexymer dan Tramadol kembali marak. Setelah sebelumnya pihak kepolisian pernah menindak tegas dengan menangkap para pelaku pengedar obat keras di wilayah Kota dan Kabupaten Serang. Kini mereka kembali beraksi.

Kendati demikian, dengan modus yang sama para pedagang obat golongan IV itu masih tetap berkedok sebagai penjual Kosmetik. Seperti tak ada efek jera, para pelaku pengedar obat psikotropika yang didominasi pemuda asal Aceh tersebut, kini melanggengkan usahanya secara terbuka dan terang terangan.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, sedikitnya ada delapan toko kosmetik yang menjual obat-obatan penenang dan tersebar di beberapa titik di wilayah Kabupaten Serang. Seperti, Kecamatan Cikande, Kecamatan Jawilan, Kecamatan Pamarayan dan Kecamatan Kibin.

Salah seorang warga Desa Cikande, yang tidak kami sebutkan namanya mengatakan, di wilayahnya banyak penjual obat ilegal berkedok toko kosmetik yang menjual bebas obat penenang. Di mana obat itu banyak dikonsumsi para remaja tanggung.
Mirisnya lagi, penikmat setia obat tersebut ialah anak baru gede yang notabenenya masih bertitel pelajar. Tak ayal, saat ini banyak sekali tindak kejahatan yang melibatkan para pelajar.

“Memang banyak penjual obat seperti itu di sini. Yang beli juga kebanyakan dari kalangan pelajar, pada ketagihan Mas,” kata seorang warga Desa Cikande kepada metroaktual.co.id.

Sementara, Ketua Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN-RI) Banten, H.Rebo Muhidin Mengungkapkan kepada metroaktual.co.id, bahwa beberapa pekan ini dirinya banyak menerima pengaduan dari masyarakat tentang adanya peredaran Obat berlabel G di wilayahnya, dan itu membuat masyarakat setempat geram. Pasalnya, barang yang seharusnya menggunakan resep dokter malah dijual bebas di toko obat ilegal berkedok toko kosmetik. Selain itu juga kata Rebo, Hexymer,Tramadol yang dikonsumsi dapat merusak para generasi muda bangsa Indonesia yaitu para pelajar khususnya.

“Saya sebagai ketua FBN melarang keras dan dengan adanya penjualan obat Hexymer,Tramadol,dan sejenisnya karena merusak para generasi muda. Tolong kepada jajaran kepolisian Polda Banten untuk segera menangkap para penjual dan dipidanakan,” tegas Ketua FBN Banten, H.Rebo Muhidin. (Lidya/Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *