China Dan India Tegang,  Pesawat Pembom Xian H-6 Masuki Tibet

Dua pesawat pembom China terpergok berada di wilayah yang tengah dipermasalahkan dengan India, Tibet.

Melansir South China Morning Post, hal itu diketahui setelah beredar foto-foto di media sosial Weibo resmi Komando Teater Pusat Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA).

Dalam foto tersebut setidaknya tiga pembom Xian H-6 dan sebuah airlifter Xian Y-20 tampak berada di sebuah lapangan terbang yang diduga berada di wilayah otonom Tibet.

Teks yang menyertai gambar foto tersebut menjelaskan bahwa awak darat telah ditempatkan di pangkalan dataran tinggi, deskripsi untuk Tibet. Para awak ditugaskan untuk memelihara dan mengisi bahan bakar pesawat, kata keterangan tersebut.

Salah satu pesawat yang tampak yakni pembom H-6H. Pesawat jenis itu memiliki jangkauan tempur 2.500 km dan dapat membawa rudal jelajah udara-ke-darat atau anti-kapal.

Pada Rabu (9/9), satu brigade dari Angkatan Darat Grup ke-77 di bawah Komando Teater Barat PLA mengaku telah mengambil bagian dalam latihan pertahanan udara tembak-menembak di gurun barat laut.

Frasa yang sering digunakan untuk merujuk ke Xinjiang, wilayah barat China dekat dengan perbatasan dengan Ladakh India, tempat perselisihan itu terjadi.

Rilis pernyataan dan gambar tersebut muncul setelah konflik perbatasan antara China dan India meningkat pada hari Senin.

China-India saling menuduh melepaskan tembakan di dekat tepi selatan Danau Pangong, dan menganggap sebagai pelanggaran terhadap perjanjian yang ditandatangani pada 1996.

Akun media sosial Komando Teater Pusat mengumumkan pesawat telah dikerahkan ke wilayah di bawah kendali Komando Teater Barat untuk menarik minat netizen.

Meskipun mengawasi beberapa provinsi pedalaman, fungsi utama Komando Teater Pusat adalah sebagai pembela utama Tiongkok dan menyediakan pasukan cadangan strategis untuk komando lain.

Namun, unit lain dari Komando Teater Pusat, termasuk brigade penerjun payung yang berbasis di Wuhan, Provinsi Hubei, telah dikerahkan ke wilayah perbatasan sejak Juni.

China dan India terlibat pertikaian dalam sengketa perbatasan sejak Mei. Pada bulan Juni, setidaknya 20 tentara India tewas dalam bentrokan antara kedua pihak. Di sisi lain China tidak mengungkap jumlah korban di pihak mereka.

Kematian tentara India itu menjadi konflik perbatasan paling mematikan dengan China selama lebih dari 40 tahun.

Upaya melepas ketegangan pun dilakukan dengan menggelar pertemuan pejabat tinggi militer China dan India. Kedua pihak sempat sepakat untuk menarik diri untuk meredam ketegangan.

India dan China berbagi perbatasan sepanjang 3.379 km di Himalaya. Namun kedua belah pihak saling mengklaim wilayah di kedua sisinya. Keduanya bahkan tidak menyetujui lokasi pasti dari Garis Kontrol Aktual (LAC) de facto perbatasan yang muncul akibat perang China-India pada 1962.

Meski sepakat untuk menarik pasukan, kedua negara terus mengirim bala bantuan ke daerah tersebut.

PLA bahkan telah meningkatkan latihan tembakan langsung di Tibet dan Xinjiang dalam beberapa bulan terakhir.

(red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *