Ketua DPRD Kota Cilegon Melarang Wartawan Meliput

Lembarberita.co.id, Cilegon – Rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Cilegon dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, wartawan dilarang meliput dan disuruh keluar dari ruangan rapat oleh Ketua DPRD Kota Cilegon.

Adapun kejadian pelarangan terhadap wartawan untuk melakukan tugas peliputan, terjadi saat ada rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Cilegon dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon, terkait permasalahan perparkiran yang sebelumnya sempat gaduh di masyarakat Kota Cilegon.

Nampak hadir dalam rapat yang berlangsung di DPRD Kota Cilegon pada Jumat (15/5/2020), diantaranya DPMPTSP, Asda II, Bagian Aset BPKAD dan Disperkim.

Ketika itu, sejumlah wartawan, media cetak, online, dan elektronik lokal Banten dan Nasional yang setiap hari melakukan tugas liputan di Kota Cilegon, memperoleh informasi tentang adanya agenda tersebut.

Belasan wartawan akhirnya tiba di gedung milik rakyat, dan langsung menuju keruang rapat yang bertempat di ruang Serbaguna DPRD Kota Cilegon, yang didepan pintu masuknya dijaga oleh dua orang petugas keamanan khusus DPRD Kota Cilegon.

Semua wartawan tidak mendapatkan kendala dan bisa masuk ke ruang rapat yang diadakan terbuka. Pasalnya, dipintu masuk ruang rapat itu tidak ada tulisan apapun, serta tidak ada kertas pengumuman dilarang masuk karena rapat tertutup.

Selanjutnya, seperti biasa, semua wartawan mengambil posisi duduk dibagian belakang audiens, dan mendengarkan hearing yang dibuka oleh Ketua Komisi IV, Erik Airlangga.

Selang beberapa menit acara tersebut berlangsung, Endang Efendi selaku Ketua DPRD Kota Cilegon, tiba dan masuk kedalam ruang rapat.

Selanjutnya politisi dari Golkar ini kemudian duduk dan memberi pernyataan Namun tiba-tiba ia meminta wartawan untuk tidak meliput rapat tersebut.

“Kita membahas di internal antara eksekutif dan legislatif. Jadi untuk teman-teman media belum bisa mengikuti jalannya rapat ini, dan untuk keluar dari ruang rapat DPRD Cilegon,” kata Endang.

Awak media pun mempertanyakan kenapa agenda pembahasan masalah penutupan dan pengambil alihan perparkiran dilarang untuk diliput.

“Seharusnya dari awal diluar ruangan, sudah ada pemberitahuan larangan bagi wartawan dilarang masuk, ada rapat tertutup, “teriak salah satu awak media, seraya mengajak rekan media lainnya untuk meninggalkan ruangan Serbaguna. (Daeng yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *