Lawan Corona, Bupati Minta Setop Jalur Bus-Kereta Masuk Lebak

Lembarberita.co.id, Lebak – Dalam surat Nomor: 440/1.555- Kesra/2020 yang ditandatangani tanggal 27 Maret, Bupati Lebak meminta angkutan DAMRI, layanan kereta api lokal relasi Rangkasbitung-Merak, commuter line, dan operasional layanan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari dan ke Lebak dihentikan.

Adapun penghentian dilakukan sementara selama 14 hari untuk pencegahan penyebaran virus Corona.

Permintaan penghentian lalu lintas kendaraan umum, bus dan kereta api ke wilayahnya disampaikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya melalui surat ke Perum DAMRI, PT KAI, PT Kereta Commuter Indonesia dan pengurus organisasi angkutan darat (Organda).

Kasubag Humas Pemkab Lebak Eka Prasetiawan membenarkan surat permohonan tersebut. Namun, permohonan itu disampaikan ke pemerintah pusat melalui Gugus Tugas Covid-19 dan tidak langsung ke PT KAI, Perum DAMRI, Organda dan PT Kereta Commuter Indonesia.

“Itu ditujukan ke gugus tugas nasional (Covid-19). Permintaan kita ke gugus tugas nasional mengantisipasi pergerakan KRL, karena ibu kota Jakarta yang terbesar (terbanyak) dan diapit Tangerang,” kata Eka dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (28/3/2020).

Lewat surat tersebut, Gugus Tugas Covid-19 agar mengkomunikasikan dengan PT KAI, Commuter Indonesia, dan Perum Damri. Syukur-syukur, menurutnya, permohonan ini disetujui sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona.

Upaya ini, menurut dia, bukan untuk mengisolasi Lebak dari penyebaran virus. Ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus yang masuk ke daerah.”Untuk meminimalisir saja,” Eka menambahkan. (daeng yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *