Agama dan Pancasila Tidak Dapat Dipisahkan

Lembarberita.co.id, Jakarta – Pernyataan kepala Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi yang menyebut Agama Jadi Musuh terbesar Pancasila, bikin gaduh masyarakat hingga politisi.

Legislator DPR RI asal Banten, Muhammad Rano Alfath yang menyebut Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah final.

“Bahkan Pancasila dan agama tidak bisa dibenturkan. Karena itu, saya mengajak agar semua warga negara untuk menjaga dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari,” katanya terang anggota Komisi III dari Fraksi PKB ini, Selasa (25/2).

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud, adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 dan Ketetapan MPR sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara ke berbagai elemen masyarakat.

Masyarakat diminta tetap tenang, sebab DPR sedang melakukan konfirmasi kebenaran maksud statment tersebut.

Rano juga menyampaikan kondisi bangsa Indonesia yang kini tengah dihadapkan pada serangan sebagai upaya yang dilakukan terus menerus mendegradasi Pancasila. Mereka juga berupaya memecah belah anak bangsa.

Kata dia, dengan adanya globalisasi, dunia kini semakin tidak memiliki batasan. Maka dengan mudah saja banyak konsepsi atau paham baru yang masuk kedalam lapisan masyarakat.

“Apalagi dengan adanya sosial media mempermudah kita untuk terpapar pada konsep-konsep tersebut. Contohnya radikalisme. Nah hal itu harus ditangkal dengan mempedomani empat pilar kebangsaan yang sudah menjadi pondasi negara kita sejak dulu,” katanya.

Dijelaskan Rano, keberadaan Empat Pilar Kebangsaan harus gencar disosialisasikan tidak hanya oleh wakil rakyat, namun juga oleh rakyat itu sendiri.

“Maka dari itu saya minta tolong agar teman-teman semua bisa saling bantu menyebarluaskan empat pilar kita ini. Ini merupakan kewajiban kita semua, bukan hanya saya sebagai wakil rakyat, tetapi seluruh bangsa Indonesia tanpa terkecuali,” demikian Rano. (daeng yus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *