Ada Pungli di SMPN 10 Kota Serang, “Jangan Diminta, Kalau Ngasih Ya Diterima”.

Lembarberita.co.id, Serang – Salah satu orang tua SMP Negri 10 Kota Serang, mengeluhkan pungutan yang dilakukan pihak sekolah. Jumlah yang dipungut kepada siswa tidaklah sedikit, mencapai jutaan rupiah.

Menurut Dedi selaku wali murid kelas 7, mengatakan pungutan yang dipinta pihak sekolah terhadap anaknya yang baru pindah sekolah sebesar Rp 2,5 juta.

“Saya terpaksa membayar lantaran ingin bisa sekolah di situ. Padahal anak saya sudah mengikuti prosedur yang berlaku di sekolah tersebut, dan yang membuat saya heran kenapa siswa pindahan saja harus bayar sampai jutaan rupiah bukannya program dari pemerintah provinsi banten itu melarang adanya pungutan di sekolah, tetapi kenapa di SMPN 10 ada pungutan, kan aneh ,” ujarnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Kamis (6/02/2020).

Alasan pemindahan anaknya, adalah karena jarak rumah dan sekolah yang lama sangat jauh, Dedi sendiri terpaksa mengeluarkan Rp 1 juta agar anaknya diterima di sekolah itu.

“Uang segitu sangat besar biayanya, soal uang tersebut sangat banyak, dengan kondisi keuangan saya yang sedang pailit seperti ini, belum lagi biaya kebutuhan yang semakin membesar sedangkan pendapatan tidak stabil,” ujarnya.

Kepala sekolah SMPN 10 Kota Serang, Meti mengakui adanya pungutan tersebut yang dilakukan oleh Tata Usaha (TU).

“Iya memang benar hal tersebut terjadi di sekolah kami ( SMPN 10 Kota Serang), cuma itu hanya kekeliruan saja yang dilakukan oleh pegawai tata usaha (TU) kami, dan hal tersebut pun sudah kami selesaikan dengan pihak keluarga Muhammad Hanzalah, dan menurut saya sudah selesai”, ujar Meti saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (12/02/2020).

Meti pun menambahkan hal tersebut tidak diketahui oleh dirinya, dan Meti pun selaku penanggung jawab (Kepsek) sudah memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

“Untuk hal tersebut saya malah baru tau dari pak kabid mba, dan terkait yang dilakukan oleh pegawai TU saya itu sudah sangat salah, dan saya pun sudah memberikan teguran baik lisan maupun surat dan bukan hanya teguran, sanksi pemindahan job pun sudah saya berikan”, jelas Meti.

Masih lanjut Mety ” saya sudah menjelaskan kepada pegawai TU, jangan pernah meminta administrasi kepada wali murid baik siswa pindahan maupun siswa baru, tetapi kalau dikasih gapapa, yang penting jangan meminta”, tegas Meti.

(Lidya/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *