Tiga Tersangka Kasus Suap, Segera Disidang KPK

Lembarberita.co.id, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera menyidang tiga tersangka kasus suap.

Ketiganya, yakni Direktur PT Navy Arsa Sejahtera Mujib Mustofa, Nelly Margaretha, serta Bupati Kudus periode 2018-2023, Muhammad Tamzil, dan staf khususnya, Agoes Soeranto telah menyelesaikan proses penyidikan.

Kasus yang melibatkan Mujib Mustofa, Febri mengatakan pelimpahan berkas dan barang bukti kasus suap terkait kuota impor ikan telah rampung.

Dikatahui, Mujib Mustofa, bersama dengan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Risyanto Suanda, ditetapkan KPK sebagai tersangka pada Selasa (24/9) lalu.

Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 23 saksi, diantaranya Dirjen Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardana; Direktur Keuangan Perum Perindo, Arief Guntoro; dan pihak swasta.

“Rencana sidang akan dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” jelas Febri.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, PT Navy Arsa Sejahtera merupakan perusahaan importir ikan, dan telah masuk blacklist sejak tahun 2019. Sementara Perum Perindo dapat mengajukan kuota impor ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Saut menuturkan, pihaknya menemukan adanya dugaan alokasi fee Rp1.300 untuk setiap kilogram ikan jenis Frozen Pacific Mackarel yang diimpor ke Indonesia.

“KPK juga akan mendalami dugaan penerimaan sebelumnya dari perusahaan importir lain yaitu sebesar US$30 ribu, 30 ribu dolar Singapura, 50 ribu dolar Singapura,” tandas Saut.

Atas perbuatannya, Mujib disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Untuk kasus dugaan suap pengisian perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus, Febri menerangkan, proses sidang terhadap Muhammad Tamzil dan Agoes Seoranto, akan dilakukan di Semarang.

“Rencana sidang akan dilakukan di Pengadilan Negeri Semarang,” ujarnya.

Tamzil ditetapkan sebagai tersangka bersama enam lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti senilai Rp170 juta.

Ia disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *