Aksi Demo Lotte Chemical Gagal, Aliansi Sebut Ada Pembatalan Sepihak

Lembarberita.co.id, Cilegon – Rencana aksi demo yang dilakukan ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat di sekitar area PT Lotte Chemical Indonesia (LCI), Senin (28/10/19), ternyata hanya isapan jempol belaka alias tak terbukti.

Dari pantauan tim Lembarberita.co.id, rencana aksi demo yang menolak pengerukan pasir laut di perairan Cilegon dan Pulau Sangiang untuk kebutuhan reklamasi dan pematangan lahan PT LCI, hingga siang hari tidak terealisasi.

Padahal dalam surat pemberitahuan aksi yang dilayangkan ke Polres Cilegon oleh Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan Bahari (AMUK BAHARI) Banten, pada 23 Oktober 2019, sejatinya aksi demo direncanakan di mulai sejak pukul 08.00 WIB.

Batalnya aksi demo yang rencananya akan diikuti 700 massa ini memunculkan berbagai spekulasi. Salah satunya adalah berdarnya surat dari DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon, yang dibuat pada Jumat (25/10/19) lalu.

Dimana dalam surat tersebut HNSI Kota Cilegon menyoroti pernyataan AMUK BAHARI soal rencana pengerukan yang dilakukan di perairan Cilegon dan Pulau Sangiang oleh PT Boskalis Internasional untuk keperluan PT LCI.

“Rencana pengerukan pasir laut di Pulau Sangiang Kabupaten Serang itu tidak benar yang dapat menimbulkan fitnah dan cenderung tidak memakai data serta fakta di lapangan,” demikian bunyi surat yang ditandatangi Ketua dan Sekretaris HNSI Kota Cilegon Yayan Hambali dan Abiandi Khairul Huda.

Informasi yang dihimpun Lembarberita.co.id, pembatalan aksi ini disampaikan langsung Ketua Front Pemuda Rawaarum, Ahmad Juhadi yang merupakan koordinator lapangan aksi AMUK BAHARI melalui surat pernyataan.

Dimana dalam surat bermaterai Rp6 ribu yang ditandatangani langsung Juhadi itu berisi pernyataan bahwa dirinya menarik diri dari posisi koordinator AMUK BAHARI atau membatalkan aksi tersebut.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Ahmad Juhadi membenarkan adanya pembatalan dan beredarnya surat pernyataan yang ia buat tersebut.

“Tidak mengurangi rasa hormat bahwa rencana aksi yang akan dilakukan besok (hari ini,red) ditunda dengan alasan akan diadakan mediasi pada hari Selasa 29 Oktober 2019 jam 09:00 WIB,” kata Juhadi melalui pesan WhatsApp.

Meski demikian, Juhadi membantah bahwa pembatalan aksi yang dilakukannya ada kaitan dengan beredarnya surat DPC HNSI Kota Cilegon. “Tidak ada kaitannya. Surat HNSI itu bagi kami tidak ada masalah,” tukasnya.

Pembatalan Dilakukan Sepihak

Terpisah, Koordinator Lapangan (Korlap) AMUK Banten Dadi Hartadi memastikan pihaknya tidak melakukan mediasi dan negoisasi atas aktivitas PT LCI.

“Kami dengan lantang dan tegas menolak segala aktivitas perusakan lingkungan yang sedang dilakukan oleh PT LCI, baik reklamasi dan penambangan pasir laut,” tegas Dadi Hartadi saat dihubungi Lembarberita.co.id, melalui sambungan telepon, Senin (28/10/19).

Menurut Dadi, pembatalan sepihak yang dilakukan Juhari merupakan sikap pribadi dan tidak merepresentasikan suara dari AMUK BAHARI Banten.

“Adapun pihak yang membatalkan aksi dan mengklaim akan melakukan mediasi hari ini yang dilakukan atas nama AMUK BAHARI, itu di luar kesepakatan dari hasil pertemuan di RM Pondok Nelayan pada 18 Oktober 2019, dan tidak ada konfirmasi mengenai perubahan tuntutan kepada kami, serta hal itu tidak representasi dari AMUK,” kata Dadi.

Dadi menuding, aktivitas PT LCI sudah mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan, perempuan nelayan, petambak garam dan pembudidaya ikan. Dimana hak atas ruang hidup dan hak atas ruang kelolanya telah direnggut oleh pihak perusahaan.

AMUK BAHARI, lanjut Dadi, dengan lantang dan tegas menolak aktivitas PT LCI dan menolak apapun nanti hasil dari mediasi antara pihak Juhadi dan PT LCI tersebut.

“Kami tetap menuntut penghentian aktivitas PT Lotte Chemical Indonesia karena melakukan kegiatan tanpa legalitas dalam Payung hukum Peraturan Daerah (Perda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Banten yg saat ini masih di godok di DPRD Provinsi Banten,” tandasnya.

Pengerukan di Perairan Pulau Sangiang

Sebelumnya, dilansir dari bantennews.co.id, Jumat (11/10/19) lalu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Herwanto menyatakan Izin pengerukan pasir laut PT LCI akhirnya terbit. Sehingga perusahaan asal Korea Selatan itu bakal memulai melakukan aktivitas pengerukan pasir laut di Selat Sunda.

Menurut rencana perusahaan kimia itu bakal melakukan pengerukan sekitar 3,5 juta kubik yang diambil di beberapa titik yakni di sekitar kolam labuh PT LCI di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon dan di sekitar perairan Pulau Sangiang, Kabupaten Serang.

PT Boskalis Internasional adalah perusahaan yang melaksanakan pengerukan pasir laut untuk pematang lahan PT Lotte Chemical Indonesia seluas 100 hektar.

Dia menjelaskan bahwa ada beberapa titik pengerukan pasir laut untuk pemenuhan kebutuhan PT Lotte Chemical Indonesia yakni di antaranya di sekitar Pulau Sangiang.

Titik lokasi penyedotan pasir laut, lanjut dia, sebetulnya pertama masih menggunakan lokasi kolam labuh TUKS PT Lotte Chemical Indonesia. Jadi, di situ akan ada pendalaman kolam labuh.

“Kalau pasir itu bagus untuk dijadikan pemadatan nanti dipakai, kalau tidak ya tidak dipakai. Namun ada titik lain yang sudah diizinkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, yakni di bawah atau di sekitar Pulau Sangiang. Itu yang diizinkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten, namun pengerukannya tergantung hasil dari pengerukan yang ada di kolam labuh PT Lotte itu,” Herwanto.

(Team/Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *