Menkumham Sesalkan Pengibaran Bendera Bintang Kejora Didepan Istana

Lembarberita.co.id, Jakarta – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyesalkan adanya pengibaran bendera bersimbol bintang kejora oleh massa yang berunjuk rasa di depan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). Yasonna menilai pengibaran bendera yang terafiliasi dengan gerakan separatis itu mengandung unsur pidana.

“Soal pengibaran itu kita sesalkan karena Papua dan Papua Barat, adalah bagian dari NKRI, saudara kita sebangsa dan setanah air. Itu yang kita harapkan sekarang, mari kita rukun kembali, mari kita bersatu kembali. Itu yang penting,” ujar Yasonna di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).

Yasonna mengimbau kepada masyarakat Papua yang ingin menyampaikan aspirasi untuk melakukannya dengan tertib dan menahan diri dari bertindak anarkistis.

“Kita mengimbau saudara kita di Papua supaya tenang, jangan melakukan tindakan-tindakan anarkistis. Pemerintah akan bekerja keras untuk mencari solusi yang baik, dialog-dialog yang baik menangani masalah ini,” ujarnya.

Yasonna menuturkan, pemerintah memberikan perhatian serius untuk mengatasi persoalan Papua saat ini. Karenanya, semua masyarakat diminta untuk saling menahan diri supaya kondisi tidak jadi semakin buruk.

“Presiden sudah memberikan perhatian yang sangat serius tentang masalah ini menugaskan menko (Polhukam), panglima (TNI), dan kapolri untuk menangani masalah ini. Saya percaya ini bisa kita selesaikan dengan baik,” klaimnya.

Rangkaian aksi massa terjadi di sejumlah wilayah di Papua dayason Papua Barat sebagai bentuk protes atas insiden rasial terhadap kelompok mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur, pada 16 Agustus lalu.

Pada Rabu (28/8) lalu, aksi massa juga digelar di seberang Istana Negara dengan disertai pengibaran beberapa Bendera Bintang Kejora.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah menginstruksikan Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono untuk mengusut dan menindak oknum di balik munculnya bendera tersebut.

Terkait adanya pengibaran bendera tersebut, kepolisian sebelumnya mengaku akan menindak oknum yang dengan sengaja mengibarkan bendera tersebut. Pelaku pengibar bendera dapat dijerat pasal berlapis.

“Ada juga peristiwa pengibaran bendera (bintang kejora) di Jakarta saya sudah perintahkan Kapolda tangani. Tegakkan hukum sesuai apa adanya, kita harus hormati hukum,” kata Tito.

Demonstrasi yang mengusung tema ‘Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri untuk Mengakhiri Rasisme dan Penjajahan di West Papua’, dilakukan di sekitar Mabes TNI AD, hingga dekat kantor Kemendagri.

Mereka juga merias diri mereka dengan beberapa atribut yang menampilkan simbol bintang kejora.

Sekelompok massa yang melakukan aksi tersebut mengaku bagian dari Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme. (yusvin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *