DPR-RI : Korban TNI-Polri Banyak, Layak Pasukan Khusus Diterjunkan di Papua

Lembarberita.co.id, Jakarta – Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, pasukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI, sudah layak diterjunkan ke Papua untuk menghalau gerakan separatisme yang menunggangi aksi di Papua.

Terlebih, korban dari personel TNI-Polri sudah ada yang gugur. “Saya kira (Koopssus) sudah harus diturunkan, karena sudah jatuh korban dari TNI dan Polri,” kata Kharis, Kamis (29/8).

Pengiriman Koopssus TNI ini, perlu untuk mengidentifikasi, apakah penumpang gelap dalam aksi demonstrasi tersebut berasal dari gerakan separatis, atau kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Menurut dia, Koopssus TNI bertugas menyelenggarakan operasi khusus dengan kecepatan dan keberhasilan tinggi. Hal ini juga sudah diwacanakan oleh Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, perlunya mengirim Koopssus TNI yang baru saja dibentuk oleh Presiden Joko Widodo.

“Menurut saya, ini sudah jelas separatis bersenjata. Lihat saja korban meninggal dari TNI,” ujarnya.

Kamis pagi tadi, aksi unjuk rasa yang digelar di Jayapura Papua, membuat ibu kota provinsi itu lumpuh. Suasana juga dikabarkan mencekam.

Pusat pertokoan dan perkantoran ditutup sejak pukul 12.30 WIT. Mal Jayapura yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Jayapura, juga ditutup.

Di beberapa lokasi nampak massa berkelompok dan melakukan orasi. Seperti di Jalan Irian yang berada di pusat kota. Tampak massa yang berjumlah sekitar 50-an orang melakukan orasi, sedangkan aparat keamanan bersiaga di sekitarnya.

Beberapa sekolah memulangkan siswanya sejak pukul 09.30 WIT. Aparat keamanan TNI-Polri nampak berjaga jaga di sejumlah kawasan. Sedangkan massa pendemo, dilaporkan masih berjalan kaki dari sejumlah wilayah, termasuk dari Sentani yang saat ini sudah berada di Wamena.

Angkutan kota juga banyak yang memilih tidak beroperasi. “Memang kami sengaja tidak beroperasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Supri, salah satu supir angkot jurusan Entrop-Pasir Dua.

Aksi unjuk rasa meluas hampir di seluruh wilayah Papua selama dua pekan terakhir ini. Mereka mengecam tindakan rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Namun, di balik aksi itu, ada kelompok massa yang menuntut referendum dan kemerdekaan Papua. (yusvin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *