Sebelum Dibunuh, Suami dan Anak Tiri, Diracun dan Dicekok Minuman

Lembarberita.co.id, Jakarta – Kekejian Aulia Kusuma alias AK, tersangka penyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi dan membakar jasad suami dan anak tirinya di Sukabumi, kembali terungkap.

Rupanya, Aulia Kusuma telah menyusun skenario pembunuhan suami dan anak tirinya itu dengan sangat rapi.

Aulia Kusuma bersama anak kandung dan empat pembunuh bayaran itu, menyusun rencana pembunuhan hingga cara menghilangkan jejaknya.

Untuk membunuh anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23), mereka mencekokinya dengan minuman keras.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, tersangka K (anak Aulia Kusuma) sebelumnya memberikan minuman keras kepada Dana.

Tersangka K membunuh Dana atas perintah Aulia Kusuma. “Istri korban (AK), menyuruh anaknya si K, untuk memberi minuman keras kepada korban dengan inisial D. Akhirnya D mabuk dan enggak sadar, kemudian dibekap,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Sementara Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), yang tak lain suami Aulia Kusuma, dibunuh dengan cara memberikan minuman yang telah diracun oleh dua pembunuh bayaran berinisial S dan A.

“Tersangka A dan S ini memberikan racun kepada korban (Edi) di minunan, dengan harapan langsung meninggal. Setelah dia lemas dicek enggak gerak,” ujar Argo.

Selanjutnya, kedua korban dibawa menggunakan mobil ke kawasan Sukabumi.
Kemudian keempat eksekutor meletakkan korban di sekitar SPBU Cirende.

Eksekutor kemudian meminta Aulia Kusuma untuk ke lokasi mengambil mobil yang sudah berisi jenazah suami dan anak tirinya.

Pada Minggu (25/8) sekira pukul 07.00 WIB, Aulia Kusuma dan anaknya K (18) mengambil mobil yang berisi dua jenazah, dan membawa jenazah ke Cidahu, Sukabumi.

Dari dekat lokasi tersebut, Aulia Kusuma membeli bensin dan menyerahkan kepada K untuk membakar mobil tersebut.

“Setelah sampai di Gunung Cidahu, Sukabumi, kemudian mayat dua orang itu dibakar oleh tersangka K,” ungkap Argo.

Kedua jenazah itu terlihat oleh sejumlah warga, setelah api yang membakar minibus Toyota Calya berpelat nomor B 2983 SZH itu mengecil.

Dari hasil analisis polisi, kedua jenazah itu merupakan korban pembunuhan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya. Dan oada Senin malam kemarin, polisi menangkap Aulia Kusuma di Jakarta.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, AK berencana menjual rumah di kawasan Lebak Bulu, Jakarta Selatan.

Namun rencana tersebut ditolak oleh Edi, suaminya. Edi juga mengancam akan membunuh AK jika rumah di Lebak Bulus tersebut tetap dijual.

AK kemudian meminta bantuan suami mantan asisten rumah tangga untuk mencari pembunuh bayaran, yang kemudian menghubungkannya dengan S dan A yang ada di Lampung.

“AK awalnya menjanjikan uang Rp 500 juta kepada dua pembunuh bayaran berinisial S dan A. Setelah melakukan kegiatan (pembunuhan), A dan S disuruh pulang ke Lampung dan diberi uang Rp 8 juta,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dari hasil pengembangan dan pengakuan tersangka sebelumnya, Kombes M Barly Ramadhany membenarkan penangkapan dua eksekutor yang membunuh ayah dan anak, Edi Chandra dan Adi Pradana.

Menurutnya, penangkapan dilakukan bersama Tim Unit Jatanras Polda Metro Jaya. Kedua pelaku ditangkap secara terpisah di rumah mereka masing-masing.

Kedua eksekutor itu, yakni Kumawanto Agus (24), warga Bina Karya Sakti, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah, dan Muhammad Nur Sahid Sugeng (24), warga Bina Karya Sakti, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah. (yusvin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *