Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembunuh Bayaran Ayah dan Anak

Lembarberita.co.id, Jakarta – Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pembunuh bayaran ayah dan anak di Sukabumi, Jawa Barat, dibayar Rp500 juta untuk melakukan aksi keji tersebut.

“Disuruh untuk menghabisi suami dengan anak tirinya itu, dengan bayaran Rp500 juta. Dan sementara, baru dibayar Rp10 juta,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/8).

Pihak Polda Metro Jaya dan Polda Lampung, dilibatkan dalam mengejar pelaku pembayaran itu. Sementara, dari empat pelaku pembunuh bayaran itu, polisi sudah mengamankan dua pelaku.

Meski begitu, Argo masih enggan membeberkan inisial pembunuh bayaran tersebut.

“Dua tersangka tengah dibawa dari Lampung menuju Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan. Sementara dua pembunuh bayaran lainnya, masih dikejar oleh penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” jelas Argo.

Sebelumnya, warga Kampung Bondol, Sukabumi, digegerkan dengan adanya minibus yang terbakar dalam semak-semak. Warga semakin dikejutkan, karena di dalam mobil itu terdapat dua jasad dalam kondisi mengenaskan, dan terikat pada Minggu (25/8).

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, pihaknya berhasil menangkap aktor utama pembunuhan tersebut.

“Tersangka utama kasus pembunuhan dua pria yang jasadnya hangus di dalam minibus terbakar di Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu tersebut, adalah istri dan ibu tiri dari korban, berinisial AK (35),” katanya.

Nasriadi menjelaskan, motif pelaku membunuh korban, karena masalah rumah tangga dan utang piutang. Atas hal itu, AK kemudian merencanakan pembunuhan terhadap suaminya, yakni Edi Chandra Purnama als Pupung Sadili (54), serta anak tirinya, M Adi Pradana alias Dana (23).

Berdasarkan hasil pendalaman, AK membunuh suami dan anak tirinya dengan menyewa empat orang pembunuh bayaran. Hal itu terungkap, usai polisi menangkap dan meminta keterangan AK.

Nasriadi menjelaskan, awalnya tersangka menyewa pembunuh bayaran itu untuk menculik kedua korban dari rumahnya di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Usai diculik, kedua korban pun dihabisi nyawanya dan dimasukkan di dalam sebuah mobil, dan dalam kondisi terikat.

Selanjutnya, para korban diserahkan kepada AK di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

AK dan anaknya yang berinisial KV, kemudian membeli bensin premium dan membawa jasad suami dan anak tirinya itu ke wilayah Kampung Bondol, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu.

Setelah menemukan tempat untuk menghilangkan barang bukti dan jejak, KV menyiramkan bensin premium ke tubuh kedua jasad serta mobil minibus Toyota Calya berpelat nomor B 2983 SZH,
dan kemudian membakarnya.

“Keduanya pun langsung melarikan diri, dan kurang dari 24 jam, anggota Polsek Cidahu, Polres Sukabumi, dan Polda Jabar, berhasil menangkapnya,” jelas Nasriadi. (yusvin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *