Benarkah Kalimantan Minim Ancaman Bencana? Ini Penjelasan BNPB

Lembarberita.co.id, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Joko “Jokowi” Widodo, resmi mengumumkan Ibu Kota Negara Republik Indonesia akan dipindahkan ke Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Salah satu yang menjadi alasan wilayah tersebut dijadikan Ibu Kota Negara, adalah karena wilayah tersebut dinilai minim bencana. Mulai dari banjir, gempa bumi, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Kalimantan Timur disebut BNPB memiliki tiga sesar aktif di wilayahnya. Ketiga sesar yang mengelilingi ibu kota baru terebut, adalah Sesar Meratus, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Tarakan.

Ketiga sesar ini memiliki potensi memunculkan gempa bumi. Kekuatan ketiga sesar, sama, yakni dengan magnitudo 7.

BNPB mencatat beberapa kelebihan wilayah Kalimantan Timur. Hal-hal ini dapat dijadikan modal awal untuk memilih Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara yang baru.

Kalimantan Timur berada dekat dengan dua bandar udara besar, di Balikpapan dan di Samarinda. Selain itu, juga berada dekat dengan akses jalan tol Balikpapan – Samarinda. Kalimantan Timur, juga dekat dengan Semayang Balikpapan.

Di wilayah ini, BNPB mencatat infrastruktur jaringan energi dan air bersih telah tersedia. Selain itu, struktur demografi di wilayah ini tergolong heterogen, bahkan sebagian besar merupakan pendatang.

Lokasi deliniasi wilayah ini dilewati oleh ALKI II di sekitar selat Makassar. Sama seperti ucapan Jokowi, dalam paparan BNPB, kawasan ini disebut minim dari ancaman bencana alam gempa bumi dan kebakaran hutan.

Kawasan Kalimantan Timur juga tidak berbatasan langsung dengan batas negara, serta memiliki ketersediaan lahan dengan status APL, hutan produksi dengan konsesi HTI, dan hutan produksi yang bebas konsesi.

Dari banyaknya aspek positif yang menjadi keunggulan wilayah Kalimantan Timur, wilayah ini masih belum luput dari kelemahan. Salah satunya, wilayah Kalimantan Timur tercatat oleh BNPB, menjadi wilayah yang rawan banjir pada wilayah yang dekat dengan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).

Selain itu, wilayah ini juga memiliki ketersediaan sumber daya air tanah yang rendah, serta mengalami tingkat deforestasi cukup tinggi. Selain itu, pembakaran hutan juga terjadi sehingga wilayah ini dapat terisolasi.

Satu aspek lagi yang menjadi kelemahan wilayah Kalimantan Timur, adalah adanya pencemaran minyak di perairan.

BNPB dalam pemaparannya, menyebutkan sejumlah kriteria yang diperlukan oleh sebuah daerah untuk dapat menjadi Ibu Kota Negara (IKN). Dimulai dari tersedianya lahan luas yang dimiliki oleh pemerintah.

Selain itu, wilayah tersebut, juga perlu dekat dengan kota eksisting yang sudah berkembang untuk efisiensi investasi awal infrastruktur. Akses mobilitas/logistik seperti bandara, pelabuhan, dan jalan juga menjadi salah satu kriteria.

Sebagai sebuah ibu kota negara, wilayah kandidat juga perlu bebas bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan gambut, serta potensi konflik sosial bagi pendatang.

Kriteria lainnya, daerah tersebut perlu memenuhi perimeter pertahanan dan keamanan, terutama tidak dekat dengan wilayah perbatasan negara, aman dari garis teritorial, dapat mendorong pembangunan daerah dan internasional. (yusvin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *