Semua Korban KM Santika Nusantara Dapat Santunan Jasa Raharja

Lembarberita.co.id, Surabaya – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan telah mengevakuasi sebanyak 303 penumpang, dan awak Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Masalembu, Jawa Timur.

Juru bicara Basarnas Surabaya, Tholeb Valatehan kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (24/8), memastikan jumlah korban yang telah dievakuasi tersebut terdata hingga pukul 11.00 WIB.

“Dari 303 penumpang yang kami evakuasi, tiga di antaranya meninggal dunia,” ujar Tholeb.

Dikatakan Tholeb, tiga korban yang meninggal dunia, beserta 52 penumpang yang selamat, saat ini sudah berada di atas Kapal Negara (KN) Cundamani, dan sedang dalam perjalanan evakuasi menuju Surabaya.

“Para korban yang dievakuasi KN Cundamani diperkirakan sampai Surabaya sore ini, sekitar pukul 16.00 WIB,” ucapnya.

Sedangkan puluhan korban, tadi malam telah dievakuasi terlebih dahulu ke Surabaya menggunakan dua kapal, yaitu 64 orang menggunakan kapal penumpang KM Dharma Ferry VII, serta 23 orang menggunakan kapal niaga KM Spill Citra.

Selain itu, Tholeb menambahkan, terdapat 161 korban yang kemarin dari perairan Masalembu dievakuasi ke Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan hari ini dibawa ke Surabaya menggunakan bus.

“Tim SAR gabungan sampai sekarang masih terus melakukan pencarian korban,” ujarnya.

Untuk diketahui, KM Santika Nusantara yang tengah dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengalami musibah terbakar di perairan Masalembu pada hari Kmias (22/8) sekitar pukul 20.45 WIB.

Kapal penumpang jenis roll on – roll off (roro) itu, selain membawa ratusan penumpang, yang jumlahnya sampai sekarang masih belum terkonfirmasi secara pasti, juga memuat 84 unit kendaraan berbagai jenis.

Sementara itu, pihak PT Jasa Raharja menjamin pemberian santunan kepada semua korban Kapal Motor Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Masalembu, baik tewas maupun yang luka-luka.

“Seluruh penumpang korban kapal terbakar diberi santunan, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka,” ujar Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Suhadi di Surabaya, Sabtu (24/8).

Dia mengatakan, penumpang terjamin perlindungan dari Jasa Raharja sebagaimana berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 tentang Dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang dan PMK Nomor 15 tahun 2017.

Adapun santunan korban meninggal dunia untuk masing-masing ahli waris, sebesar Rp50 juta. Sedangkan untuk luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit tempat korban dirawat maksimal Rp20 juta.

Selain itu, Jasa Raharja juga menyediakan manfaat tambahan biaya PPPK maksimal sebesar Rp1 juta, dan ambulans dari tempat kejadian perkara ke rumah sakit sebesar maksimal Rp500 ribu.

“Tindakan yang dilakukan petugas Jasa Raharja setelah kejadian telah koordinasi dengan pihak Syahbandar dan rumah sakit atau puskemas untuk menjamin korban luka-luka,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pada tahun 1981, kapal motor penumpang (KMP) Tampomas II, mengalami musibah terbakar dan tenggelam di perairan Kepulauan Masalembo, Laut Jawa.

Dalam musibah itu, menyebabkan sekira 400 penumpang dinyatakan tewas dan hilang. Dan untuk mengenang tenggelamnya kapal tersebut, musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals, bahkan menuangkannya dalam sebuah lagu berjudul Celoteh Camar Tolol. (yusvin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *