Selidiki Dugaan Rasialisme Papua, Kodam V Brawijaya Periksa Anggotanya

Lembarberita.co.id, Surabaya – Kodam V/Brawijaya menyelidiki dugaan keterlibatan oknum TNI dalam kejadian di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No. 10 Surabaya, Jawa Timur

Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigadir Jenderal Bambang Ismawan, memastikan pihaknya tidak akan menutupi atau melindungi jika ada anggota TNI yang terlibat dalam kasus rasialisme yang diduga menjadi pemicu kerusuhan di Papua.

“Kami sampaikan, bahwa sekarang dalam proses penyelidikan, kami tidak bermaksud ingin menutupi atau mau melindungi anggota kami, tidak,” ujar Bambang, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (21/8).

Bila dugaan itu terbukti benar, Bambang mengatakan, pihaknya tidak segan memberikan sanksi. Namun untuk hukumannya, dia belum bisa membeberkan secara gamblang.

“Nanti pada saatnya kami sampaikan, kalau sampai anggota kami bersalah, akan kami berikan hukuman sesuai tingkat kesalahannya. Hukuman bisa pencopotan jabatan, dan sebagainya, kita lihat kesalahannya,” kata Bambang.

Bambang menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan internal. Untuk hasilnya, dia meminta semua pihak bersabar karena memang membutuhkan waktu.

Pemeriksaan interen iya, kita belum bisa menentukan siapa, kita dalami dulu. Pemeriksaan elektronik tidak bisa cepat, oleh karena itu kami minta bersabar semuanya. Kami periksa videonya, nanti hasilnya akan disampaikan,” jelas dia.

Saat ini Kodam V/Brawijaya masih meminta keterangan masyarakat di sekitar asrama mahasiswa Papua. Jika keterangan itu melibatkan anggota TNI, maka akan ditangani.

“Kan ada indikasi kita yang nangani, dan kita sampaikan tidak ada yang tertutup, semua akan diperiksa transparan dan hasilnya akan kita sampaikan,” kata Bambang.

“Pemeriksaan dari video, termasuk masyarakat sekitar yang tahu, melihat, mendengar, kita setelah kejadian cepat menangani itu,” tambahnya. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *