Investigasi Rusuh Papua Harus Libatkan Tokoh Agama

Lembarberita.co.id, Jakarta – Forum Komunikasi Umat Beragama Provinsi Papua, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melibatkan tokoh agama dalam tim investigasi ke Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, pasca persekusi mahasiswa Papua.

Permintaan ini ditegaskan Ketua FKUB Papua, Pdt Lipiyus Biniluk dalam keterangan persnya, di Kantor FKUB Papua, Jalan Kabupaten II APO, Distrik Jayapura Utara, Selasa (20/8). Sejumlah tokoh agama turut hadir dalam keterangan pers itu.

Dia menegaskan, bahwa FKUB Papua mengapresiasi respon Pemerintah Jawa Timur dan Pemerintah Papua yang cukup positif menangani persoalan mahasiswa Papua di Kota Surabaya.

Dia meminta masyarakat tetap tenang, dan menyerahkan penyelesaian hukum kepada aparat kepolisian.

“Kami mengapresiasi semangat warga Papua yang melakukan demonstrasi di Jayapura yang memperjuangkan harga diri Papua dengan aman dan damai,” kata Lipiyus.

FKUB Papua, mendukung Persekutan Gereja Gereja Papua (PGGP) yang telah mengambil inisiatif, mengeluarkan seruan agar umat beragama berdoa untuk keamanan dan kerukunan di Papua, dan Indonesia.

Dia pun meminta, Presiden Jokowi agar membuat kebijakan pembangunan yang berpihak, dan melibatkan orang asli Papua.

“Seluruh mahasisiwa di Indonesia, diimbau agar tenang, fokus belajar, dan tetap menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” pesan Lipiyus.

Berkaca dari persoalan di Surabaya, FKUB Papua mengimbau aparat keamanan, baik di Papua maupun luar Papua, bertindak profesional dan tidak represif dalam menyikapi reaksi-reaksi mahasiswa Papua.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua akan mengirimkan tim ke Pulau Jawa dalam menyingkapi insiden kekerasan mahasiswa yang terjadi di dua provinsi, pada wilayah tersebut, baru-baru ini.

Tim ini melibatkan semua unsur, mulai dari Pemerintah Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, Majelis Rakyat Papua, serta awak media massa.

Pemerintah Papua belum bisa mengambil keputusan terkait nasib mahasiswa Papua di tiga wilayah tersebut.

“Nanti ada tim yang akan dibentuk menyikapi insiden kekerasan di Kota Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Apakah mahasiswa di Jawa Timur akan dipulangkan ke Papua, nanti kita melihat situasinya,”terang Gubernur Papua Lukas Enembe. (yusvin)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *