Wali Kota Langsa Aceh, Melarang Lomba Panjat Pinang

Lembarberita.co.id, Aceh – Peringatan 17 Agustus sebagai hari kemerdekaan Indonesia, tidak pernah lepas dari perlombaan, dan pesta rakyat. Namun, di Langsa, Aceh, ada satu jenis lomba yang dilarang.

Lomba paling masyhur, selain tarik tambang dan balap dalam karung, adalah lomba panjat pinang. Namun, khusus untuk panjat pinang, dilarang di Aceh, karena termasuk peninggalan kolonial Belanda.

Sementara perayaan HUT RI, pada dasarnya merayakan kemerdekaan dari penjajah kolonial Belanda.

Selain itu, untuk lomba yang satu ini, diklaim tidak memiliki nilai-nilai edukasi. Masih banyak perlombaan lain yang lebih menarik, dan tidak mengurangi nilai-nilai perayaan HUT ke-74 RI yang akan digelar Sabtu (17/8) nanti.

Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, atau dikenal dengan Toke Suum, sudah menginstruksikan kepada seluruh Geuchik (kepala desa) di wilayahnya, agar tidak menggelar perlombaan panjat pinang pada peringatan 17 Agustus 2019.

Perintah itu dituangkan kedalam surat instruksi Wali Kota Langsa, nomor 450/2381/2019 tentang peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Isi surat itu ada empat poin. Pada poin keempat tertulis, tidak melaksanakan kegiatan panjat pinang di setiap gampong (desa), dikarenakan secara historis merupakan peninggalan Kolonial Belanda, dan tidak ada nilai edukasinya.

Surat larangan itu dibenarkan Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota Langsa, Aceh, M Husin. Kata dia, keputusan itu dibuat saat Pemkot Langsa menggelar rapat panitia peringatan 17 Agustus 2019.

“Iya benar, Pak Wali Kota menghimbau sebaiknya itu (panjat pinang) tidak usah ada, karena itu bukan budaya orang muslim,” ujar M Husin saat dikonfirmasi, Kamis (15/8).

Namun, kata dia, karena surat itu bersifat imbauan, jadi tidak memiliki sanksi khusus apabila warga tetap melaksanakan hiburan rakyat tahunan tersebut.

“Belum ada sanksi, tahun lalu juga ada imbauan, tapi realisasinya masyarakat gampong ada juga yang buat. Pemkot sendiri, tahun ini tidak buat panjat pinang, kita alihkan ke kegiatan lain,” sebut Husin. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *