Oknum Ormas Bela Negara Diduga Bekingi Penjual Eximer di JLS

Lembarberita.co.id, Cilegon – Toko kosmetik dan warung kopi yang berada di Jalan Lingkar Selatan (JLS), diduga menjual Obat-obatan terlarang jenis Eximer dan tramadol.

Maraknya penjualan obat jenis Eximer dan Tramadol di Jalan Lingkar Selatan (JLS) diindikasi karna adanya Bekingan dari Oknum Ormas dan Oknum Ketua RT setempat.

Menurut salah satu penjual yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan, jika dirinya ingin tetap lancar berjualan Obat-obatan yang terlarang ini harus ada Setoran (Jatah) setiap bulannya kepada Oknum Ormas dan Oknum Ketua RT.

“Yang jualan Obat Eximer dan Tramadol di JLS sekarang-sekarang ini mah sudah rame mba, selain toko kosmetik dan warung kopi ada juga yang biasa COD – an, jadi kalau kita pengen aman jualan diwilayah sini ya saya harus stor ke Oknum Ormas Bela Negara sebesar 300 Ribu, dan Oknum Ketua RT lingkungan sekitar sebesar 100 Ribu per-bulannya jika tidak stor ya saya gak bakalan aman jualan disini,” ujar Penjual Eximer yang enggan disebutkan identitasnya ( Jum’at 02/08/2019).

Saat dikonfirmasi di Markas Daerak TK II Kotamadya Cilegon, Haris selaku Sekjen Ormas Bela Negara membantah akan adanya hal tersebut.

“Tidak ada kita menerima storan dari pedagang Eximer, kalau boleh tau siapa nara sumbernya mba, soalnya kita tidak merasa, malah kita juga sedang menyalidiki melalui team Intelejen Bela Negara terkait hal tersebut, cuma untuk minggu-minggu dekat ini Ormas Bela Negara sedang banyak kegiatan-kegiatan sosial, jadi belum begitu fokus untuk menyikapi yang masalah penjualan Obat-obatan Eximer ini,” jelas Haris, (Sabtu, 03/08/2019).

Sementara itu team Redaksi belum bisa menghubungi ketua RT setempat, sampai berita ini dipublikasikan.

Dilangsir dari www.alodokter.com, Excimer adalah suatu obat yang mengandung CPZ / chlorpromazine. Suatu tranquilizer mayor. Obat ini akan menurunkan kadar suatu zat yang bermana dopamin dalam otak. Secara umum bersifat penenang dan memiliki efek anti psikotik. Jika digunakan tanpa aturan akan menyebabkan kecanduan. Penggunaan obat ini terutama adalah untuk mengobati orang gangguan jiwa berat, terutama pasien dengan gejala psikotik. Ada beberapa kegunaan lainnya, tetapi sekali lagi utamanya untuk mengobati pasien gangguan jiwa. Jadi sebaiknya tidak digunakan sembarangan. Pemakaian harus dengan pengawasan doker, khususnya ahli ilmu jiwa / psikiater. Penyalahgunaan dan memperjualbelikannya dengan tujuan non medis dan penelitian merupakan pelanggaran terhadap UU narkotika, yang dapat dijerat pidana.

(Lidya/Red)

News Reporter

1 thought on “Oknum Ormas Bela Negara Diduga Bekingi Penjual Eximer di JLS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *