Enam Provinsi Alami Darurat Kebakaran Hutan

Lembarberita.co.id, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan kian meluas. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkunga Hidup dan Kehutanan (KLHK), hutan dan lahan yang terbakar sampai akhir Juli ini, mencapai 7.460,26 hektare.

Menurut Diektur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles Panjaitan, ada enam provinsi yang saat ini berada dalam kondisi darurat kebakaran hutan.

“Enam provinsi itu, adalah Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah,” tuturnya Jumat (2/8) di Jakarta.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kebaran hutan dan lahan ini, dengan pemadaman dari hujan buatan. Hingga saat ini telah dilakukan hujan buatan (water bombing) sebanyak 14.882 kali. Volume air yang dijatuhkan mencapai 56.253.900 liter.

Walau ada enam provinsi yang masuk kategori darurat kebakaran, namun secara keseluruhan, terdapat 18 provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Provinsi yang wilayahnya mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), adalah Aceh ((10,8 hektare/ha), Sumatera Utara 779 ha, Riau 3.88,29 ha, Kepulauan Seribu (Jakarta) 117,5 ha, Jambi 156,6 ha, dan Sumatera Selatan 130,6 ha.

Di wilayah Kalimantan, semua wilayah mengalami kebakaran. Di Kalimantan Selatan yang terkena seluas 184,45 ha, Kalimantan Timur 99,48 ha, Kalimantan Barat 1.098,48 ha, Kalimantan Tengah 811,7 ha, dan Kalimantan Utara 5 ha.

Provinsi lain yang terkena kebakaran hutan dan lahan, meliputi Sulawesi Tenggara 15 ha, Sulawesi Selatan 15 ha, dan Sulawesi Utara 25,96 ha.

Sedangkan untuk wilayah Jawa yang terkena, mencakup Jawa Barat 4,5 ha, Jawa Tengah 2 ha, Jawa Timur 75,8 ha. Adapun yang lain, yakni Nusa Tenggara Barat 141,6 ha dan Nusa Tenggara Timur 2 ha.

Sebaran asap akibat kebakaran hutan tersebut masih berada di area Indonesia. Dari informasi yang disampaikan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kepulan asap kebakaran hutan tersebut belum sampai masuk wilayah negara tetangga.

Pemerintah akan berupaya melokalisasi kebakaran agar asap tidak masuk ke negara lain. Biasanya wilayah Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, paling sering terkena dampak asap kebakaran hutan di Indonesia.

BMKG juga melaporkan adanya 30 titik panas yang terdeteksi dari citra satelit yang dilakukan Lembaga Penerbangnan dan Antariksa Nasional (Lapan). Dari jumlah itu, sebanyak 26 titik berada di wilayah Pula Sumatra.

Semwntara itu, dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta, pelaksana harian Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo menjelaskan, enam provinsi yang sudah menetapkan keadaan darurat untuk kebakaran hutan dan lahan.

“Yang menyatakan siaga darurat sudah ada enam (provinsi), Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimanatan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Mereka sudah menyatakan siaga darurat bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Yang paling terakhir menyatakan siaga darurat adalah Jambi, pada tanggal 23 Juli kemarin,” kata Agus.

Menurut Agus, total pasukan yang diterjunkan untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi tersebut, berjumlah 5.679 personel.

Targetnya, masing-masing dari keenam provinsi itu, akan mendapat bantuan 1.512 personel, terdiri dari seribu personel TNI, 200 dari Polri, dan sisanya dari BPBD serta masyarakat.

Pasukan tersebut akan disebar ke desa-desa dan menginap di rumah penduduk. Mereka bertugas berpatroli. Kalau menemukan titik api, mereka akan ikut memadamkan. Mereka juga akan mensosialisasikan bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, pemerintah juga mengerahkan helikopter penyiram air. Khusus di Riau disediakan 17 helikopter penyiram air karena hingga Rabu pagi terdapat 115 titik api di sana, yang paling banyak di antara keenam provinsi darurat kebakaran hutan tersebut. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *