Polda Sulsel Bantah Makassar Tidak Aman Gelar Laga Final

Lembarberita.co.id, Makassar – Polda Sulawesi Selatan, menyesalkan tudingan buruk terhadap kondisi keamanan di Makassar.

Polda Sulsel keberatan dengan banyaknya informasi yang disebarkan di luar, khususnya di Jakarta, yang menyatakan Makassar tidak aman menggelar pertandingan final sepak bola, antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta.

“Kami sangat keberatan dengan informasi hoaks itu. Makassar sangat aman, seluruh suporter dan semuanya sportif,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol, Dicky Sondani, di Makassar, Senin (29/7).

Partai final laga kedua Piala Indonesia yang sedianya digelar Minggu (28/7) di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, ditunda.

Hal ini, lantaran adanya informasi hoaks, yang menyatakan Makassar tidak aman.

Lulusan Akpol 1993 mengutarakan, pengamanan ekstra ketat telah dilakukan setiap pertandingan sepakbola di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar.

Dia menyebut, pengamanan pertandingan laga kedua final, telah diambil alih oleh Polda Sulsel, berbeda dengan pertandingan-pertandingan lainnya, yang hanya ditangani Polrestabes Makassar, dan Brimob Polda Sulsel.

“Pengamanan yang bertanggung jawab penuh adalah Polda. Personel yang kami kerahkan,juga sudah dilipat gandakan, jadi informasi Makassar tidak aman itu hoaks,”ujar Pria kelahiran Bengkulu, tahun 1971 itu.

Dalam rencana pertandingan final itu, Polda mengerahkan 4.000 personel gabungan, baik dari Direktorat Sabhara (Ditsabhara), Brimob Polda Sulsel, intelkam, maupun reskrim. Sistem pengamanan, terbuka dan tertutup.

Bukan cuma mengerahkan personel dengan jumlah sebanyak itu, polisi juga menerjunkan kendaraan taktis lainnya, seperti kendaraan lapis baja (barracuda), mobil penyemprot (water canon), maupun lainnya.

Diketahui, laga final Liga Indonesia antara PSM Makassar dan Persija Jakarta, ditunda. Hal ini diduga, karena Persija menolak keamanan laga, tidak menjamin.

Selain itu, Polda Sulsel juga klarifikasi soal pelemparan bus rombongan Persija. Itu dilakukan oleh beberapa oknum supporter, karena mereka kecewa tidak mendapatkan tiket.

“Soal kejadian pelemparan bus Persija kemarin, karena oknum supporter ini tidak dapat tiket laga. Kebetulan ada bus Persija lewat, dilampiaskan ke bus itu,” jelasnya.

Sementara itu, PSSI dalam keterangan persnya menyebutkan, atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan, laga final kedua Kratingdaeng Piala Indonesia, kami tunda,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Menurut Tisha, PSSI akan segera memutuskan waktu dan tempat pelaksanaan pertandingan final kedua secepatnya. “PSSI mempercayakan pengembangan sepak bola di Makassar,” jelas Tisha.

PSSI juga mengajak suporter kedua tim untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fairplay. “Keamanan dan kenyamanan pertandingan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Pada partai final laga pertama, Persija Jakarta unggul 1-0 atas PSM. Kala itu laga digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada 21 Juli 2019. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *