Pecatan Polisi Pemilik Narkoba Tewas Dalam Baku Tembak, Ditemukan Senpi, Granat hingga Ratusan Amunisi

Lembarberita.co.id, Pekanbaru – Aparat kepolisian dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah tempat persembunyian buronan besar Satriandi, dalam penggerebekan, Selasa (23/7) pagi tadi.

“Setelah dilakukan sterilisasi oleh tim Gegana, kemudian dilakukan penyisiran dan olah TKP dari tim identifikasi, dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti,”ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Selasa (23/7) siang.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, diantaranya 2 pucuk senjata api laras panjang kaliber 5.56 lengkap dengan teleskop serta peredam, 3 pucuk senjata api genggam, 3 buah magazine, 1 buah granat aktif.

Selain itu, juga ditemukan 668 butir peluru aktif, terdiri dari kaliber 8, kaliber 9, kaliber 32, kaliber 38, kaliber 5,56, bentuk bulat/gotri, 1 pucuk Per Gun bentuk trisula, 1 unit radio motorolla.

Dirumah tempat persembunyian buronan itu, juga diamankan sejumlah barang lainnya milik Satriandi, berupa 4 unit hp, 6 buah KTP, 7 buah paspor, 1 buah kamera digital, 31 buah buku tabungan, 1 buah borgol, 2 buah alat bong, 31 lembar uang pecahan Rp50.000, 8 buah ATM.

Kemudian, 2 unit mobil Innova warna hitam dan sedan merah, 2 buah bodyface, 3 buah sarung senjata, 2 buah kotak senjata, 3 buah tas sandang, serta 3 buah dompet

Untuk diketahui, sebelumnya Satriandi serta seorang rekannya berinisal AR, tewas dalam baku tembak. Sedangkan satu orang komplotan lainnya, berinisial RN, berhasil diamankan.

“Kepada pelaku dilakukan pengembangan dan 2 pelaku tewas dibawa ke RS Bhayangkara,”ujar Kombes Pol Sunarto.

Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau terlibat baku tembak dengan buronan kasus narkoba di Jalan Sepakat, Kecamatan Tampan Pekanbaru

Dalam baku tembak itu, dua buronan tewas, satu diantaranya, adalah Satriandi yang merupakan mantan anggota polisi yang dipecat karena kepemilikan narkoba.

Satriadi terakhir berhasil kabur dari dalam Lapas Pekanbaru pada 22 November 2017 lalu, dengan cara menodong senjata api ke petugas sipir, dibantu seorang rekannya.

Informasi yang diperoleh, penggerebekan dirumah Satriandi, dilakukan Polda Riau pada Selasa (23/7) pagi tadi, sekitar pukul 07.30 WIB.

Namun dalam penggrebekan itu terjadi perlawanan. Setelah kontak tembak selama satu jam, dua orang tewas satu terluka.

“Dalam baku tembak itu, juga ada anggota polisi terluka. Ini masih ngurus jenazah mereka,”terang Kasubdit Reskrim Umum Polda Riau, AKBP Muhammad Kholik, Selasa (23/7).

Berikut rekam jejak Satriandi

Pada 1 Mei 2015, polisi menggerebek Satriandi di Hotel Aryaduta Pekanbaru. Di sana polisi menemukan ribuan butir pil ekstasi dan sabu. Namun, saat digerebek, Satriandi nekat melompat dari lantai 8 tempat dia menginap. Beruntung nyawanya selamat, meski kakinya patah.

Polda Riau pun memecat Satriandi dari kesatuan. Bukannya bertaubat, Satriandi malah terus menjalankan bisnis narkobanya.

Pada 8 Januari 2017, Satriandi terlibat kasus pembunuhan di Jalan Hasanuddin, Pekanbaru. Korbannya adalah, Jodi Setiawan (21), dan penembakan itu bermotif transaksi narkoba.

Sehari setelah penembakan, Satriandi berhasil ditangkap. Polisi menembak Satriandi, setelah kabur ke Sumatera Barat.

Atas kasus pembunuhan itu, Satriandi dijebloskan ke penjara, namun dia kembali berbuat onar. Dibantu temannya dari luar Lapas Pekanbaru, ia berhasil melarikan diri.

Dalam aksi upaya kabur itu, Satriandi mengancam petugas sipir dengan senjata api. Namun, pada hari ini, Selasa (23/7), perjalanan Satriandi berakhir.

Pria berambut gondrong itu, tewas tertembak di rumahnya, di Gang Sepakat, Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (23/7). (yusvin/net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *