Warga Delapan Desa di Lebak Banten Mulai Kesulitan Air Bersih

Lembarberita.co.id, Lebak Banten – Masuk musim kemarau, delapan desa di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami krisis air bersih.

Hal ini diutarakan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, Jumat (19/7).

Musim kemarau, menurut dia, membuat sumur warga mengering di desa-desa yang berada dalam wilayah Kecamatan Warunggunung, Leuwidamar, dan Sajira seperti Desa Selaraja, Desa Padasuka, Desa Banjarsari, Desa Paja, Desa Mekarsari dan Lebak Pariang.

“Kami sejak tiga hari terakhir ini, mendistribusikan bantuan pasokan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan,” kata Kaprawi.

Ia menjelaskan, warga yang sumurnya mengering, sebagian berusaha mendapatkan air dengan membuat lubang di area persawahan, atau daerah dekat sungai.

Di antara warga, juga ada yang menggunakan air kolam yang keruh untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

BPBD berusaha membantu warga dengan menyalurkan bantuan air. “Kami minta warga yang mengalami krisis air bersih segera mengajukan permohonan bantuan air bersih dengan diketahui kepala desa dan camat. Kami akan menyalurkan bantuan air bersih,” kata Kaprawi.

Warga Desa Mekarsari di Kecamatan Sajira, bersyukur bisa mendapat bantuan air bersih dari BPBD.

“Kami cukup lega bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk MCK selama dua hari ke depan,” kata Ujang, warga Desa Mekarsari. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *