BNN Ringkus Petani Merangkap Bandar Narkoba, Miliki Aset Senilai Rp16 Miliar

Lembarberita.co.id, Makassar – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap, kasus tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil transaksi narkoba, dan berhasil menyita aset hampir senilai Rp16 miliar milik seorang petani yang merupakan bandar sabu, di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Bandar narkoba tersebut, dibantu seorang kaki tangan bernama Sukur. Ada pun aliran dana, terungkap dari penangkapan seorang kurir bernama Fachri Rahman Jafar di Kalimantan Utara, September 2018 lalu.

Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang BNN, Brigjen Bahagia Dachi mengatakan, aset yang disita dari tersangka H Agus Sulo., mencapai Rp16 miliar lebih.

“Masih akan dikembangkan lagi, karena kita tahu ini jaringan besar, khususnya di wilayah Sulsel dan Sidrap,” kata Dachri di Makassar.

Dachri mengungkapkan, tersangka Agus diketahui menggeluti bisnis sabu sejak tahun 2014.

“Dia memperoleh keuntungan Rp200 juta dari setiap kilogram yang laku. Barang diedarkan di wilayah Sulsel hingga ke luar provinsi,”ujar Jenderal bintang satu itu.

Lanjut Dachri, dari hasil keuntungan tersebut, Agus kemudian mengumpulkan berbagai jenis aset, antara lain beberapa unit mobil merek Mini Cooper, Lexus, Honda Civic dan HR-V, pabrik rak telur, rumah, tanah, sawah, hingga alat pemotong padi.

Selanjutnya, atas temuan itu, petugas BNN menyita aset tersebut. “Yang disita ada uang tunai Rp2 miliar lebih, kendaraan bermacam merek, truk, tanah, dan lain-lain, yang totalnya hampir Rp16 miliar,” kata Dachri.

Dachri menambahkan, kasus TPPU terungkap berawal dari tertangkapnya Fachri Rahman yang merupakan kaki tangan Agus, di Kalimantan Utara September 2018 lalu.

Saat itu Fachri membawa barang bukti sabu 10 kilogram, namun akhirnya hanya divonis hukuman 10 bulan penjara di pengadilan.

Petugas BNN yang curiga, kemudian menelusuri rekam jejak Fachri, bekerja sama dengan penyedia jasa keuangan, baik bank, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BNN akhirnya menemukan jaringan dan aliran uang dari Fachri menuju Agus di Sidrap, Sulsel. “Masih terus dikembangkan, dan mengejar tersangka lain yang terkait kasus Fachri dan Agus sebagai bandar,”tegasnya.

Sementara itu, Karo Humas BNN, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan, kedua tersangka memiliki peran yang berbeda. Tersangka H Agus Sulo alias Lagu, merupakan Bos Narkoba dari Sukur. Sukur sendiri berperan sebagai penjual sabu.

“Jadi Agus ini merupakan bos besar, selain Sukur, dia juga punya anak buah lainya, yakni Fachri Rahman Jafar yang saat ini masih ditahan di Lapas Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dalam kasus narkotika pada bulan September 2018 yang lalu,”terang Kombes Pol Sulistyo Pudjo.

Dari para tersangka lanjut Sulistyo Pudjo, petugas BNN mengamankan sejumlah harta.
Dari tersangka Agus Sulo, berupa tanah dan bangunan pabrik rak telur, di Kabupaten Sidrap, senilai Rp 5 miliar, rumah di Kabupaten Sidrap, dimiliki tahun 2016, taksiran harga Rp 1 miliar.

Lalu Tanah kosong sebanyak 2 KAVLING, di Kabupaten Sidrap, dimiliki tahun 2018, taksiran harga Rp. 300 juta, Tanah Sawah, dimiliki tahun 2016 taksiran harga Rp. 500 juta.

Selanjutnya usaha Sarang Walet yang dibangun tahun 2017 menggunakan uang dari Agus, sebesar Rp 260 juta, berlokasi di Kabupaten Sidrap, namun surat tanah atas nama mertua Agus, dan juga tanah berikut bangunan rumah di Kabupaten Pinrang, dimiliki tahun 2017, taksiran harga Rp 1, 2 milyar.

Kemudian, mobil Toyota Lexus, beli baru tahun 2017 seharga Rp 1, 2 miliar. Mobil Mini Cooper, dibeli tahun 2017 seharga Rp 1 miliar, 3 (tiga) unit mobil Daihatsu GRAND MAX, dibeli tahun 2017.

Selanjutnya, 1 unit motor TRAIL KTM, dibeli tahun 2018, satu unit mobil Honda CRV tahun 2018, dan satu unit mobil Honda Civic.

Lanjut Sulistyo Pudjo, sementara yang diamankan dari tangan tersangka Sukur, yakni berupa 1 unit mobil Honda HRV, dibeli tahun 2016 seharga Rp 380 juta, taksiran satu unit motor Yamaha Mio, dibeli tahun 2018, seharga Rp 14 juta, berikut uang di rekening Rp. 8 juta. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *