KPK Tetapkan Gubernur Kepri Sebagai Tersangka Suap

Lembarberita.co.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membeberkan secara kronologis operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun (NBA).

Dalam OTT itu, selain Nurdin, KPK juga mengamankan tujuh orang, yaitu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan, Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono, Kadis Lingkungan Hidup Kepri, NWN, serta dua staf Dinas Kelautan Perikana‎n MSL dan ARA. Adapun dari pihak swasta yang diamankan, yakni Abu Bakar (ABK).

“Awal kegiatan tangkap tangan ini, KPK mengamankan 7 orang,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, Di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Dikatakan Basaria, awalnya penyidik KPK mendapatkan informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang. Kemudian dilakukan pengecekan di lapangan.

“Itu tim langsung mengamankan ABK pihak swasta di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang sekitar pukul 12.30 WIB,” ujar Basaria

Selanjutnya, di waktu yang bersamaan, tim mengamankan Budi yang akan keluar dari area pelabuhan, dan dari tangan Budi, berhasil diamankan uang sejumlah 6.000 dolar Singapura.

“KPK membawa ABK dan BUH ke Kepolisian Resor Tanjungpinang, untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Basaria

Selanjutnya, tim juga meminta staff dinas, yakni MSL dan ARA untuk dilakukan pemeriksaan intensif di Polres Tanjung Pinang.

Kemudian sekitar pukul 19.30 WIB, tim KPK bergerak untuk mengamankan Gubernur Nurdin Basirun di rumah dinasnya. Dari rumah dinas gubernur, turut diamankan NWN.

“Dari sebuah tas di rumah NBA (Nurdin Basirun), KPK mengamankan uang sejumlah 43.942 dollar Singapura, 5.303 dolar AS, ‎lima EURO, 407 Ringgit Malayasia, 500 Riyal, serta Rp.132.610.000,” ucap Basaria.

Tim KPK lalu membawa Nurdin dan NWN ke Mapores Tanjung Pinang untuk pemeriksaan. Selanjutnya, ketujuh orang tersebut dibawa ke kantor KPK, di Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif selama 1×24 jam, KPK menetapkan empat orang tersangka, terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri, serta kasus gratifikasi.

Empat tersangka itu, adalah Gubernur Kepri, Nurdin Basirun (NBA), Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS), Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH), dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK).‎

Nurdin, Edy Sofyan, dan Budi, diduga menerima suap dalam pengurusan izin tersebut. Sementara Abu Bakar diduga sebagai pemberi suap.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan menjelaskan, kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, pada Rabu (10/7) .

“Tim KPK menerima informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, dan diketahui adanya dugaan penyerahan uang, dan tim KPK mengamankan ABK (Abu Bakar), di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang, sekitar pukul 13.30 WIB,”terang Basaria di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/7) malam.

Selanjutnya, tim lain mengamankan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri, Budi Hartono pada waktu yang sama saat ia keluar dari area pelabuhan tersebut.

“Dari tangan BUH (Budi), KPK mengamankan uang sejumlah 6.000 dollar Singapura. Setelah itu, KPK membawa ABK dan BUH ke Kepolisian Resor Tanjungpinang, untuk pemeriksaan lanjutan,” kata Basaria.

“Di sana, tim KPK juga mengamankan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepri, berinisial NWN yang tengah berada di rumah dinas Gubernur. Dari sebuah tas di rumah NBA, KPK mengamankan uang,” kata Basaria.

Rinciannya, 43.942 dollar Singapura, 5.303 dollar Amerika Serikat, 5 euro, 407 ringgit Malaysia, 500 riyal Arab Saudi dan Rp 132.610.000.

“Setelah itu, tim KPK membawa NBA dan NWN ke Kepolisian Resor Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dibawa ke Gedung Merah Putih KPK menggunakan jalur penerbangan, pada Kamis, (11/7) pukul 10.35 WIB,” kata Basaria.

Untuk dikatahui, KPK menetapkan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait izin proyek reklamasi.

KPK menduga, Nurdin Basirun telah menerima uang sebesar 11.000 dollar Singapura, dan 45 juta rupiah.

Selain Gubernur Riau, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain dalam kasus ini, yaitu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepri, serta satu pihak swasta.

KPK menyatakan, kasus ini berawal saat ABK yang merupakan pengusaha, mengajukan izin reklamasi untuk membangun resort di Tanjung Piayu, Batam.

Untul dikatahui, wilayah itu merupakan kawasan hutan lindung, namun Gubernur Kepri memerintahkan dua anak buahnya untuk membantu pengusaha itu mendapatkan izin. (yusvin/net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *