2 WNA Perampok Tidak Bisa Diadili di Indonesia

Lembarberita.co.id, Banten – MNF (26) dan MNI (24), yang merupakan dua Warga Negara (WN) Malaysia, pelaku perampokan toko emas di Balaraja, tidak bisa diadili di Indonesia, karena keduanya juga melakukan tindakan pelanggaran hukum perampokan SPBU di negara asal keduanya.

“Tersangka tidak bisa dibawa ke Indonesia, karena juga melakukan pelanggaran hukum di Malaysia. Proses hukum kebijakan dua negara, sedang diproses di sana, tergantung lobi antar negara,”terang Direktur Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Novri Turangga di Mapolda Banten, Rabu (10/7).

Meski begitu, Novri mengatakan, proses hukum MNF dan MNI, akan diserahkan ke Pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kemungkinan kasus hukum yang dilakukan kedua perampok di Balaraja, akan diperberat di Malaysia atau nantinya diadili di Indonesia.

“Apakah kasus di sini (Balaraja) bisa diperberat di sana (Malaysia)? Bisa juga barter hukum, orang Malaysia di Indonesia di sidang di Malaysia, begitupun sebaliknya. Karena berhubungan dua negara kan,” terangnya.

Untuk diketahui, MNF dan MNI melakukan dua kali aksi kejahatan di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kejadian pertama, Kedua WN Malaysia itu merampok di SPBU 34.15606, yang beralamat di Kampung Gelebeg, Desa Sukamulya, Kecamatan Balaraja, tepatnya di Kilometer 43, pada Jumat (14/6) sekitar pukul 17.56 WIB, dengan nilai perampokan sebesar Rp 4,6 miliar.

Aksi berikutnya, yaitu pada keesokan harinya, pada Sabtu (15/6) sekitar pukul 09.19 WIB, kedua WN Malaysia tersebut merampok Toko Emas Permata yang berada di Kampung Cariu, Desa Telagasari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan nilai curian mencapai Rp 1,5 miliar.

Diperoleh informasi, kedua WNA ini, datang ke Indonesia pada Kamis (13/6). Pada hari yang sama, kedua pelaku menyewa mobil di kawasan Jakarta. Keesokan harinya, pada hari Jumat mereka melakukan aksi perampokan SPBU, dan pada hari Sabtu mereka melakukan perampokan 6 kg emas senilai Rp 1,5 miliar.

Setelah dua aksi mereka di wilayah hukum Polda Banten berjalan lancar, keduanya pada hari Sabtu kembali ke rental mobil tersebut. Kemudian pada sore hari, keduanya pelaku pulang kembali ke negara asalnya, sekitar pukul 18.00 wib.

“Setelah melakukan perampokan di SPBU KM 43, keesokan harinya, kedua pelaku melakukan perampokan toko emas,”ujar Novri di Mapolda Banten, Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Rabu (10/7)

Untuk wilayah hukum Indonesia, kedua pelaku tersebut dijerat pasal 365 KUHP. Saat ini keduanya tengah ditahan dan menjalani pemeriksaan di Kantor Kepolisian Marah Pahang, Malaysia.

“Keduanya pada tanggal 2 Juli ditangkap oleh Polisi Marah Malaysia,” jelasnya. (yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *