Warga Ciparay Serang Banten Tewas Diterkam Buaya, Warga Anggap PT. KTI Lalai

Lembarberita.co.id, Cilegon – Mbok Sanariah (96 th), seorang nenek di wilayah kp kadubajo, desa ciparai yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu, akhirnya ditemukan, Mbok Sanariah tewas dalam keadaan yang sangat mengenaskan dengan kondisi tubuhnya yang terpisah-pisah akibat diterkam buaya, Selasa (02/07).

Menurut Ratmah anak ke tiga Mbon Sanariah menceritakan kejadian yang pilu yang menimpa ibu kandungnya.

“Sebelumnya itu, ibu saya hilang kisaran 10 hari yang lalu, dan saya beserta keluarga saya sudah mencarinya kemana-mana, berhubung ibu saya itu sudah tua dan sudah pikun (sering lupa) saya susah menemukan ibu saya itu, dan pas hari selasa kemaren saya dapet kabar kalau ibu saya meninggal dunia akibat diterkam buaya dikali cidanau, berhubung saya ini penasaran maka saya cek kelokasi dan kerumah sakit, sehingga saya dan anak-anaknya yang lain meyakini itu ibu saya dengan adanya tanda dikaki dan anggota tubuh yang lainnya seperti halnya rambutnya yang pendek,” ujar Ratmah dengan nada sedih.

Ratmahpun menambahkan kejadian yang tertimpa ibunya membuatnya kaget dengan melihat jasad ibunya yang sudah tidak utuh lagi akibat terkaman buaya.

“Saya sangat kaget pas ngeliat jasad ibu saya yang tidam utuh lagi, seperti halnya kepalanya yang tinggal tengkorak, dan anggota tubuh lainnya yang harus dikumpulkan dan disambung oleh pihak rumah sakit,” jelas Ratmah.

Senada dengan Ratmah suaminya pun menambahkan kalau kejadian seperti ini bukan hanya kali ini saja.

“Jelas mba kita sedih banget dengan adanya kejadian seperti ini yang menimpa ibu mertua saya, dan adanya kejadian seperti ini bukan kali ini aja, ada juga beberapa bulan yang lalu yang tewas akibat diterkam buaya dikali cidanau ini,” lanjut Suami Ratmah.

Keluarga Mbok Sanariah pun berharap kepada semua pihak agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Dulu kita hanya mendengar kalau kali cidanau itu ada buayanya, tetapi tidak pernah ada korban seperti ini, tetapi setelah kali tersebut dilebarkan oleh pihak PT. Krakatau Tirta Industri, kali tersebut malah menelan korban yang diterkam oleh buaya, dan saya berharap buaya-buaya tersebut agar bisa dimusnahkan sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan,” jelasnya.

Sementara itu ditempat yang berbeda kholid selaku masyarakat Ciparay menyampakan kekecewaan dirinya kepada pihak PT. Krakatau Tirta Industri selaku yang memanfaatkan aliran sungai.

“Jujur mba saya mah sangat kecewe kepada pihak PT. Krakatau Tirta Industri, yang memenfaatkan air dari aliran kali tersebut untuk dikomersilkan, tetapi tidak ada upaya untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengantisipasi terjadinya hal seperti ini, jangankan mau melakukan tidakan buat mengantisipasi kejadian seperti ini, toh nyampe saat ini aja geh pihak PT. KTI aja tidak ada yang dateng untuk berbelasungkawa, padahal airnya tiap hari diolah buat mendapatkan keuntungan, kan aneh mba,” tegas Kholid.

Sementara itu pihak PT. Krakatau Tirta Industri melalui Press Release nya menyampaikan, rasa duka yang mendalam terkait adanya penemuan jenazah di sekitar kawasan Bendung Cidanau.

Dinas Keamanan PT. Krakatau Tirta Industri telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian setempat, sesaat setelah jenazah ditemukan dan jenazah telah dievakuasi oleh pihak yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku.

Dan untuk mendapat informasi yang valid dan relevan, hingga saat ini PT. Krakatau Tirta Iindustri terus berkoordinasi dan melakukan komunikasi dengan pihak – pihak terkait termasuk dengan BKSDA setempat, disebabkan adanya indikasi keterlibatan hewan liar yang dilindungi atas kejadian ini.

Adanya indikasi keterlibatan hewan liar karena kerap terlihatnya buaya muara di sekitar Bendung Cidanau dan terkait hal ini pihak PT KTI sudah berkoordinasi dengan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Serang melalui surat Nomor 128/IF/Div.Produksi/VII/2018 tertanggal 31 Juli 2018 mengingat diperlukannya tindakan khusus oleh pihak berwenang dalam penanganan hewan yang dilindungi agar tidak menyalahi prosedur yang berlaku.

Selain daripada itu, PT KTI telah memiliki protokol dan prosedur pengamanan termasuk prosedur untuk memasuki wilayah Plant Cidanau PT. Krakatau Tirta Industri, sehingga sangat kecil potensi untuk memasuki wilayah Plant Cidanau PT. KTI tanpa adanya izin dari pihak keamanan PT. KTI, Lebih lanjut telah terpasangnya berbagai rambu – rambu keselamatan di sekitar wilayah Bendung Cidanau.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tindakan mitigasi risiko untuk mencegah terjadinya hal – hal yang yang tidak diinginkan, sehingga saat ini belum terdapat informasi resmi dari pihak yang berwenang termasuk informasi terkait penyebab kematian korban, dan pihak PT. Krakatau Tirta Industri akan terus berkomunikasi dengan keluarga yang ditinggalkan dalam hal adanya informasi relevan dari pihak yang berwenang.

(Lidya/Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *