Pasien Hepatitis A Tidak Perlu Masuk Rumah Sakit

Lembarberita.co.id, Jakarta – Hepatitis A merupakan penyakit infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus.

Ketika seseorang menderita penyakit ini, maka pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar bilirubin, dan peningkatan yang tinggi dari SGOT dan SGPT.

Dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Ari F Syam mengatakan, masa inkubasi yaitu masa masuknya penyakit sampai timbul gejala berlangsung antara 2-6 minggu. Penyakit ini bisa sembuh total dan yang penting pasien harus istirahat total.

Obat-obat yang diberikan sifatnya hanya menghilangkan gejala yang muncul misal, jika diare diberikan obat anti diare, kalau merasa mual, maka akan diberikan obat anti mual jika demam diberikan obat anti demam jika lemas diberikan vitamin dan asupan makannya diperhatikan.

Obat suplemen hati kadang kala diberikan untuk mengurangi peradangan hati yang terjadi.

Pasien memang perlu diisolasi, dan jangan tidur sekamar dengan orang sehat. Di RS pun, biasanya pasien tidur hanya sendiri di kamar, dan dipisah dengan pasien lain.

Sebelumnya, pasien mengalami common cold, seperti orang yang mengalami gejala flu, sakit badan, mual dan kadang disertai muntah, nafsu makan menurun dan lemas, hingga buang air kencing berwarna kuning.

Prof Ari mengatakan, sebagian pasien memang tidak perlu dirawat tetapi jika pasien mengalami mual dan muntah dan tidak mau makan sebaiknya memang dirawat untuk mendapat infus cairan dan makanan.

Hepatitis virus A tidak bisa menjadi hepatitis B. Karena memang virus penyebabnya berbeda. Oleh karena itu kalau pernah divaksinasi oleh vaksin hepatitis B tidak berarti juga sudah terlindungi dari infeksi virus hepatitis A.

Tetapi bisa saja dalam satu kasus, pasien mengalami 2 macam infeksi, yaitu infeksi virus B dan juga hepatitis virus A, tambahnya.

Untuk mencegah penyakit ini, penting untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan secara teratur dan cukup gizi berupa buah dan sayur serta banyak beristirahat.

Selain itu juga, mencuci tangan menggunakan sabun untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dan setelah keluar dari toilet.

Perlu diketahui, Hepatitis ialah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis yang menyerang hati atau lever, sampai terjadi peradangan pada organ tersebut.

Masyarakat mengenal penyakit ini dengan sebutan “penyakit hati”. Ilmu kedokteran mengenal setidaknya 6 macam jenis virus hepatitis, namun yang paling dikenal ialah hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis

Hepatitis A atau lebih dikenal dengan penyakit kuning, banyak ditemukan pada anak dan remaja. Gejala hepatitis A, awalnya ibarat flu, panas, demam, mual dan tulang nyeri.

Tahap berikutnya, mata menjadi kuning, air seni ibarat teh. Kalau di periksa ditemukan pembengkakan hati, perut, sebelah kanan di bawah iga pinggang terasa sakit, kalau di tekan.

Penularan hepatitis A sanggup lewat makanan atau minuman.

Walaupun sanggup di sembuhkan total dalam waktu 5-12 minggu, penderita harus beristirahat, makan makanan bergizi yang tak berlemak, dan mengonsumsi vitamin secukupnya.

Kalau penyakit hepatitis A “tidak berbahaya”, maka lain halnya dengan “koleganya” yaitu hepatitis B dan dan hepatitis C.

Di seluruh dunia penderita hepatitis B 80% diantaranya berada di Asia Pasifik.

Melansir dari hellosehat.com, penyakit hepatitis A, rupanya juga bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Biasanya virus hepatitis A ditularkan melalui feses.

Jadi, kemungkinan besar penularan hepatitis A (HAV) bisa melalui seks anal. Dalam hal ini, penggunaan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah penularan hepatitis A pun tidak cukup.

Hal itu karena virus hepatitis A bisa saja menyebar ke tangan Anda ketika melepas kondom yang telah dipakai.

Pada intinya, hepatitis A bisa menyebar melalui kontak fecal-oral yang bisa terjadi ketika ada kontak oral-anal atau kontak jari maupun benda di dekat anus orang yang sudah terinfeksi hepatitis A.

Setiap aktivitas seksual yang menyebabkan lecet, luka atau trauma lainnya pasti akan berisiko menularkan virus hepatitis.

Dalam hal ini seks anal memang dianggap lebih berisiko menularkan virus hepatitis daripada seks vaginal. Begitu pula dengan seks oral-anal juga berisiko menularkan hepatitis ke mulut.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan untuk pasangan yang mengalami kondisi seperti ini tidak cukup menggunakan kondom.

Pasangan yang belum terinfeksi hepatitis, sebaiknya mendapatkan vaksinasi hepatitis A dan B sebelum melakukan hubungan seks.
(yusvin/net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *