WARGA PENERIMA KOMPENSASI DIDUGA DICULIK PIHAK SPEKULAN AGAR MELAKUKAN PENCAIRAN

Lembarberita.co.id, Banjarsari – Ibu Onih (45) Salah satu Warga Desa Bojong Juruh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak yang menerima dana konpensasi jalur tranmisi jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) diduga dibawa oleh RONI salah satu orang spekulan, yang diduga untuk memenuhi permintaannya mencairkan uang yang akan mereka potong sebesar 65%.

Sebelumnya ibu Onih menerima buku tabungan dan ATM dari pihak Bank BRI sekira pukul 10.00 wib. DiKantor Desa Bojong Juruh.

Dengan dibawanya Ibu Onih, Dadi selaku anaknya yang biasa mendampingi beliau tidak diberi kabar saat ibunya hendak dibawa.

“Saya tidak tau kalau ibu saya dibawa pihak spekulan yang bernama Roni, karena tadi itu saya sedang berada dikebun. Dan saya juga heran, kenapa saya tidak diajak atau dikasih kabar sebelumnya, Padahal saya yang biasa mendampingi ibu saya. Ini mah Saya tahunya pas saat pulang kerumah, ibu saya sudah tidak ada. Trus pas saat saya telpon ibu saya, ternyata sudah dibawa oleh roni dan jaraknya sudah lumayan jauh, saya tidak mungkin bisa mengejarnya, sebetulnya Ibu saya pernah kaget saat tau kalau dana konpensasi yang akan ibu saya terima itu akan dipotong 65%, oleh pihak spekulan” Kata dadi.

Dadi, selaku anak juga mengaku keberatan dan tidak mau ada potongan sebesar 65% itu.

“Saya tidak mau ada potongan konpensasi 65% kepada ibu saya. Itu nilai yang sangat besar. Masa ibu saya selaku penerima kompensasi yang menjual tanah miliknya hanya mendapatkan uang sedikit, sedangkan pihak spekulan memotong uang lebih banyak” ucap Dadi.

Masih kata Dadi dirinya berharap ada pihak lain yang bisa memperjuangkan hak ibunya tersebut.

Saya berharap ada pihak lain yang bisa memperjuangkan hak ibu saya selaku pemilik lahan. ” pungkasnya. Jum’at (28/06/19).

Sampai berita ini diturunkan Awak media masih menggali informasi keberadaan informasi ibu Onih.

Ada salah satu tetangganya yang mengabarkan bahwa tadi itu benar, Ibu Onih dibawa pihak spekulan dan mereka mencairkan uangnya sebanyak Rp100.000.000-, dan mereka itu tidak bisa mencairkan semuanya karena ada persyaratan yang tidak bisa mereka penuhi”. singkatnya.

(Ui/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *