Polri Kabulkan Penangguhan Penahanan Soenarko

Lembarberita.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, mengajukan penangguhan penahanan terhadap Mayjen TNI (Purn) Soenarko, yang terduga kasus kepemilikan senjata api ilegal dan ditahan di Rutan POM Guntur, Jakarta Selatan.

“Panglima TNI telah meminta penangguhan penahanan atas Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko kepada Kapolri, dan Polri langsung mengabulkan,”terang Kapuspen TNI, Mayjen Sisriadi.

Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengatakan, alasan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajukan penangguhan, salah satunya karena Soenarko memiliki ikatan moral antara prajurit TNI dengan Purnawirawan.

“Keputusan tersebut diambil berdasarkan antara lain, pertimbangan aspek hukum, pertimbangan tentang rekam jejak Pak Soenarko selama berdinas di lingkungan TNI maupun setelah beliau berstatus purnawirawan, serta pertimbangan ikatan moral antara prajurit TNI dengan Purnawirawan,” jelasnya.

Surat permintaan penangguhan penahanan Soenarko terhadap Kapolri sudah ditandatangani Panglima TNI pada Kamis, 20 Juni 2019.

“Surat permintaan penangguhan penahanan kepada Kapolri ditandatangani Panglima TNI pada hari Kamis, 20 Juni 2019, pukul 20.30 WIB,” ujarnya.

Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Dedy Prasetyo mengatakan, alasan dikalbulkannya penangguhan penahanan, karena selama ini Soenarko kooperatif.

“Kemudian penyidik memiliki pertimbangan dalam proses pertimbangan cukup kooperatif, menyampaikan semua peristiwa yang beliau alami,” kata Deddy.

Soenarko juga diyakini tidak akan mengulangi perbuatan, serta tidak menghilangkan barang bukti. Oleh dasar pertimbangan itulah, penyidik mengabulkan penangguhan penahanan. (yusvin.net)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *