Ketua DPC HNSI Kota Cilegon Mempertanyakan Legalitas Penyelenggara Kegiatan dan Peserta Yang Hadir

Lembarberita.co.id, Cilegon – Adanya kegiatan halal bihalal yang diselanggarakan oleh Rukun Nelayan Lelean menuai pertanyaan dari pengurus inti induk organisasi Nelayan Kota Cilegon.

Sesuai yang diungkap Yayan selaku ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Cilegon mempertanyakan akan keabsahaan dari legalitas penyelenggara dan peserta yang hadir. Kamis malam (20/06).

“Saya hanya ingin mempertanyakan legalitas penyelenggara dan peserta yang hadir dalam acara halal bihalal tersebut, apakah benar yang hadir itu nelayan?, dan bagai mana untuk legalitas penyelenggara acara tersebut, apakah resmi?”, tanya Yayan dengan nada heran.

Sementara itu Dedi selaku Sekretaris HNSI Kota Cilegon, menyikapi kegiatan halal bihalal dan silaturahmi Nelayan Lelean yang diselenggarakan siang tadi diindikasi ada kejanggalan.

“Adanya kegiatan halal bihalal dan silaturahmi nelayan lelean, menurut saya ada kejanggalan, soalnya belakangan ini banyak yang latah dengan sok peduli dan sok dekat terhadap nelayan yang berada di Kota Cilegon”, ujar Dedi.

Dedi pun menambahkan adanya indikasi kejanggalan berawal dari tidak peduliny beberap orang yang hadir dalam acara halal bihalal tersebut.

“Sekarang fikir aja seh mba secara logika, pada saat nelayan sedang menghadapi kesulitan yang dimana nelayan tidak bisa melaut belum lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya para nelayan, apa kah ada yang memperdulikan nelayan, jadi wajar saya jika kami dari Pengurus Induk Organisasi Nelayan Kota Cilegon meras ada kejanggalan, karena selama ini mereka hanya diam, dan kenapa sekarang berkoar-koar sok jadi pahlawan kesiangan, dengan mengatasnamakan membantu nelayan, nelayan mana yang kalian bantu”, jelas Dedi dengan nada emosi.

Diindikasi adanya kejanggalan didalam acara halal bihalal dan silaturahmi Nelayan Lelean yang diselenggarakan siang tadi, Sekretas HNSI Kota Cilegon, menegaska untuk peserta yang hadi dalam acara tersebut bukab lah orang yang berpropesi nelayan.

“Dalam acar tersebut yang saya lihat, itu satu pun tidak ada yang propesinya nelayan, soalnya para nelayan sekota celegon sudah berkomitmen untuk satu pintu, satu wadah dan satu perjuangan bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kota Cilego”, tegas Dedi.

Adanya indikasi kejanggalan tersebut, Tatang selaku tokoh Nelayan lelean menyampaikan, bahwa satu hari sebelum acara terlaksana para nelayan melakukan musyawarah untuk tidak menghadiri acara tersebut.

“Pada hari Rabu 19 Juni mengadakan musyawarah dengan para nelayan di lelean dan bersepakat untuk tidak menghadiri acara silaturahmi tersebut yang akan diselengarakan pada hari kamis, tanggal 20 – 06- 2019, dikarenakan yang menyelenggarakannya bukan HNSI Kota Cilegon”, ungkap Tatang

Masih lanjut Tatang “Adapun terkait aspirasi yang disampaikan oleh Rukun Nelayan Lelean kami anggap itu hanya kepentingan pribadi semata, soalnya selama pembangunan PT. Lotte Chemikal Indonesia ini, kami masih merasa nyaman, dan insaa allah pihak lotte pun tidak akan melakukan hal-hal yang bisa merugikan pihak nelayan”, tegas Tatang.

(Lidya/Red).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *