Kronologi Terungkapnya Kasus Perdagangan Orang Bermodus Kawin Kontrak.

Lembarberita.co.id, Kalimantan Barat – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) membongkar jaringan perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.

Rumah mewah milik Agus terduga kasus bisnis kawin kontrak

Sebanyak 7 orang terkait dengan adanya dugaan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak dengan warga negara asing (WNA).

“Sampai pagi ini, kita masih lakukan pemeriksaan, ada tujuh orang, enam pria, satu wanita, soal kasus tersebut,” ujar Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono.

Tanpa merinci status dan kewargangaraan ketujuh terperiksa itu, Kapolda hanya memastikan pihaknya bersama Imigrasi Kota Pontianak, juga tengah memeriksa kelengkapan dokumen WNA yang diamankan.

“Kita lakukan dulu (pemeriksaan), dokumen keimigrasiannya dan tujuannya datang ke sini, masih dalam pemeriksaan,” tambahnya.

Rumah Mafia Perdagangan Orang Modus Kawin Kontrak Digerebek, Ada WNI Siap Kawin Kontrak WNA Tiongkok

Menurut Kapolda, pengungkapan itu bermula dari adanya laporan masyarakat.

Masyarakat sebut ada sebuah rumah menjadi tempat penampungan warga negara asing untuk dinikahkan secara kontrak dengan warga Indonesia.

“Pengungkapan itu berdasarkan informasi masyarakat, sehingga kami lakukan pengecekan,” katanya.

Chandra (57) selaku Ketua RT di Kompleks Surya Purnama, memaparkan kondisi terkini dikediaman Agus, diduga bisnis kawin kontrak.

Rumah Agus terduga dalam kasus sindikat kawin kontrak berada di Kompleks Surya Purnama, mulai terlihat sepi dan tertutup sejak Kamis (13/6) malam WIB.

“Saat ini rumah Agus hanya ditinggali oleh kedua orangtua dari istrinya. Kemudian tiga anaknya, dua anak laki-laki dan satu wanita. Agus dan istrinya tidak ada di rumah karena pada hari Rabu malam diamankan pihak kepolisian bekerjasama dengan pihak Imigrasi,” ungkap Chandra.

Chandra selaku Ketua RT mengakui sangat terkejut mengetahui ada warganya terlibat busnis kawin kontrak, dan selama menjabat Ketua Rt, baru pertama terjadi kasus seperti ini.

“Agus pemilik rumah No C-16, sudah tinggal di situ sekitar empat tahun, seorang istri dan 3 anak, serta mertuanya. Kesehariannya, dia orangnya biasa-biasa saja, sering tegur sapa jika lewat depan rumah saya,” ujarnya.

Lanjut Chandra, Agus dalam obrolan mengakui mempunyai usaha bisnis properti rumah dan memiliki toko bangunan di Jalan Parit Mayor, sedangkan istrinya dagang sepatu di Kapuas Indah.

“Tapi saya tidak mengetahui kalau ternyata dia ada bisnis lain, seperti sindikat kawin kontrak ini. Saya baru tahu waktu ada pengerebekan Rabu malam sekitar pukul tujuh malam,”terangnya. (yusvin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *