Napi Salemba Pemasok Puluhan Ribu Butir Pil Ekstasi ke Tempat Hiburan Malam Dinasty, Dituntut Hukuman Mati

Lembarberita.co.id, Cilegon – Ahmad Sofian alias Meeng, pemasok 63.573 butir pil ektasi tempat hiburan malam Dinasty, Kota Cilegon, dituntut hukuman mati.

Sementara rekan terdakwa, bernama Ardi, yang bertugas sebagai pengantar barang haram itu, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dituntut penjara seumur hidup.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Erwantoni dengan JPU Sudiono di Pengadilan Negeri (PN) Serang ,Rabu (8/5/19), terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika .

“Supaya majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ahmad Sofian dengan pidana hukum mati,” kata Jaksa Sudiono dalam tuntutannya.

Menyikapi tuntutan tersebut, majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang hingga pekan depan untuk memberikan kesempatan kepada terdakwa melakukan nota pembelaan.

Terdakwa Ahmad Sofian yang saat ini masih menjalani hukuman selama 15 tahun di penjara, terlihat pasrah dituntut hukuman mati.

Kasus ini berawal saat , terdakwa memasok 63.573 butir pil inex ke Hotel Dinasty di Cilegon melalui kurirnya , Ardi, yang dia kendalikan dari tempatnya menjalani hukuman di Rutan Klas I Salemba Jakarta.

Puluhan ribu pil gedek merupakan pesanan Koko alias Padoy (DPO).Untuk mengantar pesanan,terdakwa lalu menyuruh Ardi Dwiyana berangkat ke lobi Hotel Dinasty yang berlokasi di Jalan S.A. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kota Cilegon untuk mengambil pil ekstasi guna memenuhi pesanan Koko.

Terdakwa saat memerintahkan saksi Ardi Dwiyana mengambil barang berupa 13 bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 butir dengan berat bruto 19.975 .

Sebagai upah kurir Ardi dibayar Rp. 5.000.000,- namun baru diberikan oleh terdakwa sebesar Rp. 500.000,.

Akan tetapi , baru saja Ardi mengambil ektasi tersebut, keburu disergap oleh petugas BNN yang sudah lama mengincar. (yusvin/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *