Konsumen Keluhkan Sistem Pengelolaan Mayofield Simpang Cilegon, Sekwil Prov Badak Banten Angkat Bicara.

Lembarberita.co.id, Cilegon – Kebijakan Pengelola Mayofield Cilegon dalam penataan kios-kios yang disewakan kepada para pedangang menuai komplenan dari salah satu penyewa kios mayofield simpang cilegon.

Sesuai yang diungkap Anto selaku penyewa kios menyampaikan ketidak pedulian pihak pengelola Mayofield Cilegon. (08/04/2019)

“Pihak pengelola Mayofield Cilegon terkesan tidak peduli dengan apa yang menjadi keluhan saya selaku konsumennya soalnya berkali-kali saya mengadukan adanya penyewa lain yang menutupi akses jalan ke kios saya, tetapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari keluhan sy tersebut,” ujar Anto.

Anto pun menambahkan, keluhan yang ia rasakan itu membuat pendapatannya menjadi menurun drastis akibat pelanggannya tidak bisa masuk melalui akses jalan yang biasa pelanggannya lalui.

“Dari pertama saya udah komplen tetapi tidak digubris oleh pihak pengelola sampai-sampai saya ribut dengan pemilik toko yang menutupi akses jalan ketoko saya, bahkan yang membuat saya bener-bener emosi adalah pelanggan saya pada kabur dikarnakan akses yang mereka lalui selalu tertutup oleh penyewa kios yang didepan saya, dan kalau pelanggan pada kabur bagai mana pendapatan saya bisa bertambah, yang ada faktanya pendapatan saya malah berkurang efek dari akses jalan yang tertutup,” tegas Anto.

Sementara itu Riswandi selaku pengelola gedung Mayofield Cilegon saat ditemui diruang kerjanya, menyampaikan dirinya sudah melakukan teguran terhadap penyewa kios yang menutupi akses jalan.

“Saya sudah menegur dan memberikan surat kepada Mega Cell selaku penyewa kios yang menutupi jalan aksek kiosnya anto, dan untuk sanksi ataupun tindakan yang lainnya saya harus menunggu intruksi dari pimpinan dulu biar saya nantinya tidak disalahkan,” ujar Riswandi.

Dengan adanya keluhan dari anto selaku penyewa kios di mayofield, Dwi Qorry selaku Sekwil Prov Badak Banten menanggapi apa yang dialami oleh anto adalah bagian dari ketidak pedulian pihak pengelola mayofield cilegon. (12/04/2019).

“Saya menanggapi dengan apa yang dialami oleh anto itu sangat tidak pantas, soalnya anto itu adalah konsumenya Mayofield, yang dimana anto selalu membayar sewa setiap tahunnya, ada kenaikan sewa pun anto selalu membayarnya tanpa ada keluhan ataupun masalah yang lainnya, jadi ini adalah sesuatu yang tidak pantas anto terima,”ujar Dwi Qorry.

Dwi Qorry pun menambahkan begitu sangat pentingnya akses jalan konsumen untuk perputaran pendapatan ekonomi konsumen mayofield cilegon.

“Jangan kita pikir apa yang anto alami itu sesuatu yang sepele, bagi saya apa yang anto tuntut kepada pihak pengelola mayofield cilegon sangat penting, soalnya itu menyangkut pendapatan anto, kita fikir aja jika akses jalannya tertutup secara otomatis pasti konsumen anto akan males buat beli barang ke kios anto, pasti nyari yang lebih deket dan mudah akses jalannya, walaupun itu sudah langganan karna kita berbicara kemudahaan untuk pembeli,” lanjut Dwi Qorry.

Dwi Qorry mengingatkan pihak pengelola Mayofield untuk segera menindaklanjuti keluhan anto agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya ingatkan pihak mayofield untuk segera menindaklanjuti keluhan dari anto selaku konsumennya, jangan sampai ada kejadian-kejadian yang diluar dari keinginan kita, apa lagi ini berbicara masalah hak, kalau sudah berbicara masalah hak maka harus disegerakan, karena untuk kewajibannya anto sudah dilakukannya, jangan mau nerima uang sewanya aja itu pihak pengelola mayofield cilegon, tapi hak dari konsumen malah diabaikan, usaha macam apa kalau kaya gitu,” tegas Qorry. (Lidya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *