Diduga Ijin PT Samudra Banten Jaya Berakhir, Kegiatan Pertambangan Masih Berjalan

Lembarberita.co.id, Lebak Banten – PT Samudra Banten Jaya ( SBJ ) merupakan perusahaan yang bergerak dalam pertambangan emas yang berlokasi di kampung Kadu kalahang Desa Warung Banten Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Banten, di dalam IUP yang di keluarkan pemerintah Kabupaten Lebak provinsi Banten bergerak dibidang operasi produksi, pengangkutan, dan penjualan serta pengolahan dan pemurnian, dalam wilayah ijin usaha pertambangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, dengan berakhir pada tanggal 25 Pebruari 2019.

Selain di duga ijin PT SBJ telah habis, perusahaan tersebut di keluhkan oleh warga sekitar terkait pembuangan limbah perusahaan yang di buang kesungai cidikit, yang mana air sungai tersebut masih di gunakan oleh warga sekitar, seperti untuk pengairan persawahan dan untuk mengairi kolam ikan, sehingga sering air di sungai tersebut berubah warna dan menimbulkan bau.

Seperti yang di ungkapkan salah seorang warga dengan adanya PT SBJ terus terang tidak banyak memberikan dampak yang baik bagi kami, mungkin ada, tapi persentasenya kecil untuk masyarakat, walaupun kami terkena dampak dari pembuangan limbah di perusahaan tersebut.

Contohnya lanjut warga yang tidak mau disebutkan namanya itu, sarana transportasi jalan di desa warung Banten ini, saya belum mendengar ada yang di bangun atau di perbaiki oleh perusahaan tersebut, mungkin perusahaan tersebut seakan tak peduli dengan lingkungan sekitarnya, selain itu para pekerja asing yang bekerja di perusahaan SBJ patut di curigai jangan – jangan mereka ilegal, atau tanpa perijinan yang sepatutnya, pasalnya saya sempat mendengar ketika ada yang menanyakan legalitasnya, mereka selalu menjawab kalau dokumen mereka di simpan di jakarta, entahlah pungkasnya.

Ketika wartawan menghubungi kepala Desa Warung Banten sedang tidak ada di kantor, hanya sekretaris desa dan prades yang berada di kantor desa tersebut, saat di konfirmasi perihal perijinan PT SBJ sekretaris desa mengatakan setahu saya, dan dalam IUP yang di keluarkan pemerintah Kabupaten Lebak memang limit waktu operasi perusahaan tersebut berakhir pada tanggal 25 Pebruari 2019, artinya perusahaan tersebut seharusnya memberikan informasi kepada pemerintah terutama desa setempat, apakah ijinya di perpanjangan atau tidak, jadi selama tidak ada pemberitahuan kepada pemerintah desa, dengan limit waktu ijin sudah habis maka kami anggap perusahaan tersebut ilegal, untuk itu kami mohon kepada pihak perusahaan agar segera menginformasikan apakah ijin di perpanjangan atau stop sampai 25/02/2019, ungkapnya.

Kemudian soal aduan masyarakat terkait limbah yang di alirkan ke sungai cidikit, memang kami selalu menerima pengaduan dari masyarakat terkait limbah dari perusahaan tersebut, yang membawa dampak negatif terutama terhadap lahan pertanian dan bahkan aliran air sungai cidikit ini, salah satu sumber air untuk PDAM Kecamatan Bayah, yang di konsumsi oleh masyarakat, tentu ini semua perlu di sikapi oleh pejabat berwenang, sementara pihak perusahaan saat itu ko lau ceng mengatakan limbah tersebut tidak membahayakan, karena pembuangan limbah tersebut memakai bak penampung, jadi air yang mengalir tersebut sudah di korsilasi, kata Sekdes seraya menuturkan kata – kata orang perusahaan, namun demikian dampak pembuangan limbah masih di rasakan oleh masyarakat, karena sebaik – baik limbah tentu tidak sebaik emas yang mereka produksi, tutupnya.

Saat di konfirmasi kapolsek Cibeber Iptu Aam Marto S, selama ini kami belum mendapat laporan atau aduan, dan kami mengucapkan terimakasih dengan adanya informasi seperti ini, kami akan terjunkan team ke lapangan untuk melakukan penyelidikan, karena kami harus medapatkan data dan bukti akurat apapun yang terjadi di perusahaan tersebut katanya melalui pesan whatsapp. (Dang)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *