Pemerintah dan Penagak Hukum Kecamatan Cibeber Lebak Banten Diindikasi Tidak Mampu Mengatasi Pengusahaa Tambang Ilegal.

Lembarberita.co.id, Lebak — Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak TNGHS Blok cikidang Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak Provinsi Banten makin hari semakin parah dan rusak akibat penambangan emas ilegal dan bos – bos emas yang terlibat dalam penambangan ilegal tersebut.

Seiring maraknya kegiatan penambangan tanpa ijin di kawasan blok cikidang tersebut, maka di manfaatkan oleh oknum yang mengatasnamakan pemerintah desa dengan adanya portal di cipulus akses menuju pertambangan ilegal blok cikidang yang nota bene kawasan tersebut masuk pada wilayah TNGHS, seperti pada pemberitaan awal portal cipulus dikelola oleh desa Kujang Jaya dan Kujang Sari, ternyata yang mengelola kegiatan pungli di portal cipulus bukan hanya kedua desa itu saja, berdasarkan informasi terbaru, ternyata lebih dari tiga desa yang mengelola kegiatan pungli tersebut.

” Ironisnya pungli di portal cipulus mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah, dengan alasan untuk kepentingan pemerintah desa, padahal hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja”.

Kegiatan PETI di kawasan TNGHS blok cikidang Kecamatan Cibeber, Lebak, sangat sulit di hentikan pasalnya diduga kegiatan ilegal tersebut sudah ” terstruktur, sistematis, dan massif “, sehingga sulit untuk di hentikan, kegiatan penambangan ilegal tersebut, mereka (pelaku penambang) sudah merasa aman karena hukum saja sudah tak lagi menyentuh terhadap kegiatan ilegal tersebut, bahkan pemerintah dan penegak hukum setempat seakan tutup mata dan tak berdaya, terhadap kegiatan ilegal mining dan pungli dikawasan tersebut.

Sementara Camat Cibeber saat di sambangi, di kantornya sedang tidak ada di tempat, namun wartawan berhasil menemui kasi trantib, Suhendi Mengatakan, sesuai kewenangan tugas dan fungsi saya sudah melaksanakan, seperti himbauan, peringatan, teguran, dan sosialisasi larangan pertambangan di areal TNGHS tersebut, kata Suhendi.

Masalah mereka masih tetap melakukan kegiatan penambangan, kami tidak bisa berbuat banyak, apalagi sampai melakukan tindakan penutupan di lokasi tersebut, saya yakin pemerintah dan penegak hukum pasti sudah mengetahui kegiatan di lokasi cikidang, tutupnya.

Hal senada di katakan oleh Kapolsek Cibeber, Iptu Aam Marto. S, saat di hubungi via seluler ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi, pengarahan, dengan memasang spanduk larangan, terhadap kegiatan penambangan di daerah tersebut, terkait dugaan pungli di portal cipulus, yang di lakukan oleh desa – desa yang terlibat dalam pengelolaan portal, agar di buatkan perdesnya sebagai payung hukum, katanya.

Terkait penindakan atau penutupan terhadap pelaku Peti silahkan konfirmasi dengan Polres atau Polda, karena kami petugas di lapangan hanya melaksanakan perintah dari atasan, selama ini kami sudah memberikan laporan kepada pimpinan terkait penambangan di wilayah tersebut, pungkas kapolsek Cibeber di penghujung telepon. ( DM/Tim )

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *