PONDOK PESANTREN DI KAMPUNG KONDANG LUDES TERBAKAR

Lembarberita.co.id, Malingping – Diduga akibat Korsleting listrik satu kobong pondok pesantren Darul Ibtida yang berlokasi dikampung kondang Desa Kadujajar Kecamatan Malingping, ludes terbakar tak ada barang satu pun yang bisa di selamatkan didalam kobong tersebut karena api merambat dengan cepat menghabiskan bangunan bahan kayu yang mudah terbakar, pada Minggu (03/03) sekitar pukul 22,30 wib.

Rijal salah satu santri yang ada di lokasi saat kejadian kebakaran mengatakan,awalnya api berada di atas langit-langit pondok, dan merambat dengan cepat sehingga membuat kami panik dan tidak bisa menyelamatkan barang-barang yang ada, motor saya juga habis terbakar, akunya

Apinya sangat cepat membesar, kata rijal semua barang yang ada tidak bisa diselamatkan seperti Pakaian santri, kitab-kitab, lemari, dan alat masak seperti mejikom, semua terbakar habis.

Ditemui Muhamad Payumi pemilik Pondok pesantren Darul ibtida yang berlokasi di Kampung kondang Desa Kadu jajar, Mengaku hanya bisa pasrah dengan musibah yang dialaminya, kobong beserta isinya ludes terbakar saat kejadian banyak warga yang berupaya memadamkan namun api merambat sangat cepat dan sulit dipadamkan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, santri ya yang mengisi kobong tersebut berjumlah 6 orang namun saat kejadian yang ada di kobong tersebut hanya dua orang, semuanya selamat alhamdulillah, dan untuk sementara santri ini akan tinggal bersama dirumah saya, enggak tau sampai kapan karena belum ada bahan untuk mendirikan pondok kembali, katanya.

Dihubungi Aan Irawan Kepala Desa Kadu Jajar. Membenarkan, dengan musibah yang dialami warganya. Saat kejadian saya langsung turun kelokasi dan menghubungi pihak pemadam kebakaran agar api secepatnya bisa di atasi namun api membakar sangat cepat, dan pemadam tiba di tempat setelah semua bangunan ludes terbakar, adanya musibah kejadian kebakaran pondok ini sudah saya laporkan ke kecamatan dan kabupaten. saya sangat berharap ada yang membantu agar pondok tersebut bisa dibangun kembali, kerugian ditaksir sekitar Rp 85 jutaan. “Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *