HMI Cilegon Gandeng KPU & BAWASLU Bahas Peran Pemuda Dalam Menghadapi Tahun Politik

Lembarberita.co.id, Cilegon – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Cabang Cilegon menggelar Diskusi Publik  yang diselenggarakan di Five Star Resto and Cafe, Kamis (28/2/2019). Dalam ruang diskusi ini, menyinggung persoaalan  pemilu (Pileg-Pilpres) yang diselenggarakan serentak di tiap-tiap daerah pada 17 April mendatang. HMI menggandeng pihak-pihak terkait seperti KPU, BAWASLU Cilegon sebagai narasumber yang secara kapasitas sebagai penyelenggara pemilu dan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Kota Cilegon sebagai peserta.

Sebelumnya, HMI Cabang Cilegon juga telah melaksanakan seminar demokrasi yang diadakan beberapa bulan lalu. Maka, ini dapat dikatakan sebagai tindak lanjut dari diskusi yang sebelumnya membahas mengenai “peran pemuda dalam menghadapi tahun politik”.

Selain itu, dari survey yang dilakukan oleh kawan-kawan HMI di beberapa tempat di Cilegon, juga menjadi salah satu alasan yang mendorong untuk diadakannya diskusi lanjutan ini.

Menurut Munhaji, sebagai Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Cilegon, masyarakat masih banyak yang belum mengetahui dan paham secara betul mengenai pelanggaran serta sanksi pidana dari paktik Money Politik sehingga mereka bersikap pragmatis terhadap proses pemilu ini.

Meski di dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 515 secara terang mengatur sanksi pidana terhadap pelaku money politik, nyatanya masih banyak yang dengan sengaja melakukan pelanggaran. Ini  menjadi sebuah catatan besar bagi kita dan para penyelenggara untuk lebih aktif mensosialisasikan aturan, undang-undang pelanggaran pemilu berikut sanksi pidana yang dapat dijatuhkan kepada para pelanggar, terutama pada persoalan praktik money politic yang pada tiap moment pemilu selalu terjadi.

Sangat disayangkan jika asas pemilu tentang langsung, umum, bebas, dan rahasia,  serta jujur dan adil ini tidak dapat terlaksanan sebagaimana yang dicita-citakan oleh kita semua. Politik uang masih jadi budaya di tengah-tengah masyarakat.

“Bagaimana mungkin dapat tercipta pemerintahan yang jujur dan dapat mengubah suatu daerah jika para kontestan pemilu yang ada hanya mengandalkan uang sebagai modal untuk menjadikan mereka sebagai wakil rakyat?” kata Munhaji .

Cilegon butuh wakil rakyat yang jujur, kritis, berani, dan mampu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

“Bukan orang-orang yang menjadikan kekuasaan sebagai jembatan untuk memuluskan kepentingan-kepentingan pribadinya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Irfan Alfi selaku ketua KPU Kota Cilegon  mengajak kepada semua pihak terutama kepada segenap unsur pemuda untuk sama-sama membantu suksesi pemilu tahun 2019 dengan cara bersama-sama meningkatkan partisipasi pemilu kepada masyarakat di sekitarnya.

Siswandi, sebagai ketua BAWASLU mengatakan, akan menindak tegas bagi para pelanggar money politic jika terbukti telah menyalahi aturan pemilu. Ia juga  akan lebih gencar melakukan pengawasan melekat dan terus menyisir ke tiap-tiap lokasi mulai maret ini hingga selesainya masa pemilihan.

Ketua KNPI Kota Cilegon, Rizki Khairul Ikhwan yang juga menjadi pembicara pada diskusi tersebut menyampaikan bahwa pentingnya kaum pemuda yang masih memiliki semangat besar turut membantu mengawal serta mengawasi proses pesta demokrasi yang akan terlaksana.

Ketua HMI Cabang Cilegon, Riyan Hidayat berpendapat, untuk meminimalisir tindakan ini, masyarakat harus mau terlibat dalam memerangi praktik politik uang dengan cara melaporkan kepada pihak terkait jika melihat tindak kecurangan.

“Nah, seharusnya bagi para pelapor ini juga perlu diberi Riward serta jaminan agar mereka tidak takut untuk melapor ketika melihat kecurangan ini,” pungkasnya. (Arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *