Pengusaha Lokal Kota Cilegon Anggap Pihak Kepolisian dan RSKM Tutup Mata

Lembarberita.co.id, Cilegon – Pembangunan Lantai 2 dan 3 Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), oleh PT. Syarif Maju Karya dengan anggaran Rp 9.000.000.000,- menyisakan trauma yang sangat panjang bagi beberapa pengusaha lokal di Kota Cilegon.

Pasalnya, menurut salah satu pengusaha lokal, Haji Solihin yang menjadi bagian dari subcont PT. Syarif Maju Karya (SMK) dalam proyek di RSKM tersebut, kecewa terhadap PT. SMK dan kepada pihak RSKM yang tidak bisa membantu pengusahaa lokal Cilegon.

“Saya sudah penah menyampaikan kepada pihak RSKM baik kepada jajaran Direksi RSKM ataupun kepada Komisaris Independen RSKM tentang hak saya yang belum dibayarkan oleh pihak PT. SMK, dan yang saya dapat hanya bahasa tenang-tenang saja sampai akhirnya pekerjaan yang dikerjakan oleh PT. SMK selesai, dan yang membuat saya aneh kepada jajaran komisaris dan direksi RSKM terkesan tidak bisa memperjuangkan hak dari pengusa lokal yang ingin ikut mencari makan, dengan cara menjadi bagian dari subcon di proyek pembangunan lantai 2 dan 3 RSKM Cilegon, dan saya pun paham secara bisnis subcon tidak ada keterkaitannya dengan pihak Owner (pihak pemberi kerja) tetapi disini kita berbicara sebagai bagian pengusahaa lokal yang menuntut haknya, seharusnya pihak RSKM sebagai ouner selaku pemberi kerja kepada PT. SMK mampu menengahi dan bertindak adil jangan terkesankerjasama seperti ini, gini-gini juga saya paham aturan dan permainan bisnis contraktor seperti ini, jadi jangan lah berbicara begini-begitu kepada saya.”ungkap Haji Solihin (15/12)

Hal senada juga diutarakan oleh pengusaha lokal lainnya, Juanda kepada wartawan pihaknya menyampaikan kekesalannya kepada pihak RSKM dan pihak Kepolisian Kota Cilegon.

“Saya sudah meminta bantuan kepada pihak jajaran Direksi RSKM tetapi tidak ada kejelasan maka saya pun berinisiatif membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian Polres Cilegon, tetapi apa yang saya dapat sampai saat ini hanya bahasa tenang-tenang saja, bahkan saya merasa berburuk sangka ada apa dengan pihak Kepolisian Polres Cilegon, RSKM dan Pihak PT. SMK yang terkesan tutup mata, dan tidak mengindahkan laporan dan keluhan kami sebagai manusia, kami disini menuntut hak kami yang tidak dibayarkan oleh Perusahaan Kontraktor yang mendapatkan pekerjaan di RSKM kota cilegon,” ungkap Juanda(20/12)

Sementara itu Ipda Sigit Darmawan selaku Humas Polres Cilegon saat dihubungi Redaksi Lembarberita.co.id tidak bisa diwawancarai dengan alasan belum mengetaui detai dari permasalahaan ini.

Diwaktu yang bersamaan wartawan lembarberita.co.id mencoba menghubungi Zainal selaku Humas RSKM melalui telepon selulernya untuk dimintai tanggapannya terkait tuntutan hak dari beberapa pengusaha lokal yang haknya belum dibayarkan.

“Kami sudah mencoba memediasikan antara PT. SMK dengan beberapa Subcont yang hak nya belum dibayarkan, yang pada saat itu mediasinya di ruangan pk Kasat Intelkam Polres Cilegon, tidak ada titim temu berlanjut mediasi disalah satu ruangan RSKM, dan disitu sudah jelas dan saya pikir lihak RSKM sudah mencoba membantu untuk memediasikannya,” jelasnya.(20/12)

“Masalah perkara pihak subcont sudah dibayar atau tidak itu bukan ranah kami soalnya kami tidak ada keterikatan bisnis denga subcont, dan masalah kenapa pihak RSKM membayarkan sisa progres akhir PT. SMK itu bagia dari kewajiban, toh orang sudah bekerja masa tidak dibayar kan ga boleh,” tandasnya. (Lidya)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *