Permintaan Meningkat, Pemkab Lebak Dorong Kembangkan Tanaman Lengkuas

Lembarberita.co.id, Lebak Banten – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mendorong petani agar mengembangkan tanaman lengkuas atau laja merah, karena permintaan pasar cenderung meningkat.

Masih katanya, sentra tanaman lengkuas di Kabupaten Lebak tersebar di beberapa Kecamatan diantaranya di Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Sajira, Maja dan Kecamatan Curugbitung. “Guna meningkatkan ekonomi keluarga, Kami mendorong petani untuk terus mengembangkan tanaman lengkuas. Produksi lengkuas selain untuk bahan baku sayuran juga obat-obatan herbal,” katanya.

Sementara itu, karena permintaan pasar yang cenderung meningkat, sejumlah petani lengkuas merah di Kabupaten Lebak, meraih keuntungan sekitar Rp 3.000 per kilogram.

“Harga lengkuas merah sebelumnya Rp 4.000, namun kini naik menjadi Rp 7.000/ Kg,” ujar seorang petani warga Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Ahmad di Rangkasbitung, Kamis (13/12/2018).

Diungkapkan Ahmad, permintaan lengkuas merah cukup tinggi, terlebih menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Produksi lengkuas merah tersebut dipasok ke wilayah DKI Jakarta dan Tangerang.

Saat ini, lanjut Ahmad, pendapatan ekonomi petani meningkat sehubungan harga lengkuas di tingkat penampung mencapai Rp 7.000/Kg. “Hari ini kami menjual lengkuas sebanyak dua ton seharga Rp 14 juta, menjadikan keuntungan buat usaha pertanian lengkuas,” ungkap Ahmad.

Dijelaskan Ahmad, petani di sini kebanyakan mengembangkan budi daya tanaman lengkuas dengan cara tumpang sari dengan tanaman lain. Sebab, menurutnya, tanaman lengkuas masih dijadikan usaha sampingan dibandingkan pertanian pangan dan hortikultura.

Karena itu, lanjutnya lagi, produksi tanaman lengkuas di Kabupaten Lebak belum dijadikan andalan peningkatan ekonomi. “Kami terus akan mengembangkan budi daya lengkuas merah setelah menikmati hasil penjualan itu,” pungkasnya. (Ui)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *