LSM Gapura Banten Minta Rekrutmen Tenaga Kerja KNSS Dibatalkan

Lembarberita.co.id, CILEGON – Tidak ada keterbukaan terkait sistem penerimaan tenaga kerja yang dilakukan oleh Krakatau Nippon Steel Sumikin (PT. KNSS) sampai ada salah satu pelamar yang merasa didzolimi, karena tidak terbuka kaitan dengan alasan ketidak lulusannya, dan apa yang menjadi kekurangannya. Dari situlah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gapura Banten meminta KNSS untuk membatalkan rekruitmen tenaga kerja tersebut, karena terkesan ditutup tutupi.

“Harusnya Pemerintah yang meminta untuk dibatalkan, kalau saya Walikotanya, saya akan batalkan perekrutan tersebut, karena itu membela masyarakat, tidak ada unsur politik di sini, di daerah maju sana mereka disuruh untuk mendirikan pabrik, masa di Cilegon saja gak bisa hanya agar masyarakatnya bekerja,” kata Ketua LSM Gapura Banten Husen Saidan, Senin (10/12).

Ia juga menjelaskan, permainan perukrutan yang tidak transparan ini memang tidak terlihat, dan sudah dilakukan sejak dulu. “Kalau kemarin yang sempat viral itu kita gerebeg, sampai penerimaan di KS pun dibatalkan,” jelasnya.

Ditegaskan Husein, Jangan sampai ada kemarahan dari masyarakat, yang menjadi tidak kondusif nya wilayah. “Pemerintah sudah meminta untuk menjaga kondusifitas, tapi kadang pemerintah sendiri tidak memahami lingkungan, saya yakin kalau ada perhatian untuk lingkungan pasti kondusif,” tuturnya.

Ia juga meminta, jika memang adanya perekrutan, harus diprioritaskan warga sekitar perusahaan tersebut. “Dan lebih bagus lagi, perekrutan itu diprioritaskan masyarakat sekitar lingkungan pabrik,” tuturnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan KNSS ini adalah pelecehan terhadap Pemerintah Daerah. “Jangan nyalahin masyarakatnya yang gak lulus, tanyain pemerintahnya seperti apa adakah komunikasi yang serius antara pemerintah dengan industri,” tegasnya.

Sementara itu, Bahrudin Manager General Afair PT. KNSS membantah isu yang beredar terkait adanya titipan dan tidak transparannya sistem penerimaan pekerjaan. “Dari 1400 orang yang ikut tes, boleh diinformasikan ke pihak kami siapa namanya yg diindikasi sebagai titipan, nanti akan kami cek bener ga itu titipan, orang2 tertentu, soal’y kami membayar pihak konsultan untuk melakukan perekrutan ini, jika memang bener ada indikasi tersebut maka kami wajib menegur pihak konsultan kenapa tidak propesional yang penting mba lidya informasikan kepada kami siap namanya,” terangnya. (Lidya)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *