Diskominfo Lebak Jadi Garda Terdepan Dalam Menyampaikan Informasi

Lembarberita.co.id | Lebak – Dinas Komunikasi dan Informatika mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan Otonomi Daerah dan tugas pembantuan di Bidang Komunikasi dan Informasi.
Seperti Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, memiliki tugas meningkatkan diseminasi informasi dan komunikasi.

Dalam hal tersebut, Diskominfo Kabupaten Lebak menjadi garda terdepan untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat dengan dukungan menggunakan sistem informasi dan teknologi serta ketersediaan
data yang lengkap, akurat dan valid. Hal itu di sampaikan Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Lebak Dody Irawan ST. M.si di ruang kerjanya.

Kata Dodi, untuk Lebih meningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah , dengan tujuan akhir yakni meningkatan kesejahteraan untuk masyarakat Kabupaten Lebak dalam pengelolaan informasi dan komunikasi.
Karena menurut Dodi “Informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya”.

Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah
satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik. Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan Badan Publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang nomor 14 Tahun 2008.
Berdasarkan peraturan perundang-undangan Dinas Komunikasi dan Informatika adalah PPID utama yang mengkoordinasikan PPID Pembantu di Perangkat Daerah Kabupaten Lebak.

”Selama ini sudah mengkoordinasikan melalui koordinasi, forum diskusi, dan pendampingan jika terjadi sengketa informasi serta memberikan informasi tentang pemerintah daerah baik melalui media cetak, baligho, poster maupun melalui website resmi PPID, Proses diseminasi informasi dan komunikasi adalah bagian penting dalam pengelolaan informasi dan komunikasi,” ujarnya.

Dinas Komunikasi dan Informatika berusaha memfasilitasi pemberdayaan dan pembentukan kelompok
informasi masyarakat (KIM) menjadi agent of change untuk memberikan masukan kepada pemerintah, penyebarluasan informasi kepada masyarakat dan bentuk literasi masyarakat serta sebagai wadah media
informasi masyarakat dalam rangka memberikan informasi pembangunan daerah untuk masyarakat Kabupaten Lebak.

Disamping itu, Dinas Komunikasi dan Informatika juga melakukan pengelolaan spektrum frekeunsi radio. Penggunaan spektrum radio harus sesuai dengan peruntukkannya serta tidak saling mengganggu mengingat
sifat spektrum frekuensi radio dapat merambat ke segala arah tanpa mengenal batas wilayah.

Di jelaskannya, Penggunaan spektrum radio antara lain untuk penyelenggaraan jaringan telekomunikasi,melalui penyelenggaran penyiaran radio Multatuli FM 89.00 MHz, radio amatir serta untuk sistem peringatan dini maupun kedaruratan untuk bencana alam.

Untuk mendukung pengelolaan informasi dan komunikasi,diperlukan sebuah sistem informasi dan aplikasi.
Sebagai langkah awal sesuai dengan peraturan perundangan terkait tata kelola subdomain di daerah ,maka Dinas Komunikasi dan Informatika mengintegrasikan website Perangkat Daerah dalam satu subdomain.

Disamping itu pengelolaan media sosial daerah untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk mencegah pemberitaan yang kurang baik dan menangkal berita hoax, Dinas Kominfo memiliki langkah sebagai berikut yaitu menginventarisir, dan mengkoordinasikan pengelolaan seluruh sistem informasi dan aplikasi yang ada di Perangkat Daerah Kabupaten Lebak.

Sistem informasi dan Aplikasi yang telah dikelola oleh antara lain SIMRAL, Simponie, Sahate, Bewara, Lebak Smart City, PPID, Call Center Lebak 112, Sikepel, JDIH, Simonev, Multatuli FM
News and Streaming, Lebak Unique, Sirup LKPP, LPSE, Si-ELA Komplain, Lebak Smart Tax, Warbis UMKM, dan Forum KIM, serta Lebak DISADA. Pengelolaan dan pemeliharaan server/storage/penyimpanan juga bagian
penting dari pengelolaan sistem informasi dan aplikasi untuk memastikan keamanan sistem informasi dan aplikasi tersebut.

Dalam Pengelolaan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa secara elektronik ,Kabupaten Lebak juga bagian dari Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memastikan proses pengadaan dari awal sampai akhir bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan Pengelolaan Data Dinas Komunikasi dan informatika dalam pengelolaan data telah melakukan proses pengumpulan dan pengolahan data dari seluruh perangkat daerah dan pemerintah pusat.

Hasil pengumpulan dan pengolahan data tersebut disusun dalam beberapa buku yaitu buku data pokok (DAPOK) kabupaten, buku saku dan buku profil daerah.

Untuk mendukung hal tersebut Dinas Komunikasi dan Komunikasi menyusun kebijakan regulasi tentang sistem pengelolaan data daerah dan menginisiasi pembentukan Forum Data untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data. Disamping itu, menyesuaikan dengan perkembangan di era digital Dinas Komunikasi dan Informatika membuat sebuah aplikasi data yaitu Lebak DISADA untuk mempermudah inputing data dari setiap perangkat daerah dan memberikan kemudahan kepada masyarakat Kabupaten Lebak untuk mengakses data.

Diketahui, tahun 2018 Diskominfo Lebak mendapatkan penganugrahan dari Komisi Informasi Banten sebagai badan publik informasi dalam mengimplementasilan Undang-undang Nomor 14 tahun 2018 tentang keterbukaan Informasi Publik. (red/Dang).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *