Pengajuan Dana BOS, Ada Yayasan Di Kota Serang Diduga Ajukan Data Fiktif.

Lembarberita.co.id, Serang – Sebuah Yayasan yang berda di Kecamatan Taktakan Kota Serang, Banten. Terindikasi adanya penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal tersebut terlihat dari jumlah siswa yang ada di Yayasan dengan jumlah pengajuan bantuan dan BOS yang diajukan oleh yayasan tersebut.

Adapun alokasi Dana Bos yang diajukan tersebut untuk bantuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Yang sudah berlangsung selama 4 tahun lamanya.

Maka dari itu, bersumber dari data tersebut. Tim Redaksi Lembarberita.co.id melakukan investigasi langsung dengan cara mendatangi sekolah tersebut.

Dimana Dalam penelurusurannya, tim redaksi menemukan keanehan, karena kedua sekolah yang dibawah naungan Yayasan tersebut memiliki jumlah siswa yang sangat sedikit. Tetapi yayasan tersebut telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah berupa bantuan progran dana BOS.

Selain itu, Keanehan juga terlihat dari kondisi bangunan sekolah yang sudah bagus serta data yang berada di Laman Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik) pusat sebagai indikasi, bahwa sekolah-sekolah di yayasan tersebut mengajukan ratusan Peserta Didik (PD).

Maka dari itu, berdasarkan data yang tidak sesuai dengan Dapodik, disinyalir adanya dugaan penyelewengan Dana BOS yang dilakukan oleh yayasan tersebut.

Sementara itu, saat ditemui dikantornya Pemilik yayasan dan juga yang menjabat sebagi Kepala Sekolah, saat ditanya mengenai data siswa, dirinya enggan menjawab.

“Kalau ada penyelewengan dana, atau data data, nanti akan saya kasih kepada Dinas yang berwenang,” katanya.(9/11/2018)

Untuk diketahui, Dapodik adalah data yang terpusat untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari sumber APBN, Bantuan Operasional Sekolah dari sumber APBD (BOSDA/BOSP) yang diperuntukan untuk Rehabilitasi ruang belajar (ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dls), dan juga untuk Dana Alokasi Khusus (DAK), Ruang Kelas Baru, Subsidi bagi siswa kurang mampu secara ekonomi, Subsidi/tunjangan bagi guru, Dan lain sebagainya.

Adapun untuk program bantuan dana BOS persiswa untuk SMK mendapatkan bantuan sebesar Rp1,4 juta dan untuk SMP mendapatkan sebesar Rp.1 juta dimana nantinya jumlah bantuan tersebut alan dikalikan dengan jumlah siswa yang ada di yayasan tersebut.

Selain itu, untuk menyerap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), harus memenuhi syarat dan ketentuannya, barulah dana bantuan dari pemerintah tersebut bisa dicairkan. Apabila ada sekolah yang mengajukan dana tersebut tidak sesuai, atau data yang diajukan fiktif, hal tersebut bisa dijerat Undang – undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), karena didalamnya ada kerugian negara. (Lidya)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *