Lembarberita.co.id, Serang – Selain kerap dikeluhkan warga akibat debu, Proyek Reklamasi atau urugan milik PT. Mitsubishi di Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang diduga tak mengantongi perizianan dari otoritas terkait.

Padahal, untuk kawasan reklamasi pantai harus memenuhi ketentuan-ketentuan, terutama reklamasi pada hutan bakau sangat tidak dianjurkan karena dikhawatrikan bisa mengalami perubahan bentang alam secara signifikan.

Maka sebelum reklamasi dilakukan, perlu disusun rencana detail tata ruang (RDTR) kawasan. Dan penyusunan RDTR kawasan reklamasi pantai ini pun baru dapat dilakukan bila sudah memenuhi persyaratan-persyaratan administratif berikut ini:

1. Memiliki RTRW yang sudah ditetapkan dengan Perda yang mendeliniasi kawasan reklamasi pantai;
2. Lokasi reklamasi sudah ditetapkan dengan SK Bupati/Walikota, baik yang akan direklamasi maupun yang sudah direklamasi;
3. Sudah ada studi kelayakan tentang pengembangan kawasan reklamasi pantai atau kajian/kelayakan properti (studi investasi);
4. Sudah ada studi AMDAL kawasan maupun regional.

Dugaan belum adanya perizinan dari otoritas pemerintah Kabupaten Serang pada proyek reklamasi PT. Mitsubishi yang rencanannya untuk pabrik peleburan baja tersebut, ditegaskan oleh Asep Sofatulloh selaku Pejabat Sementara (PJS) Desa Bojonegara.

“Iya mba perijinan untuk pembanguna PT. Mitsubishi belum ada ijin yang masuk ke desan, dan pada saat saya pertanyakan kepada penanggung jawab dilapangan yaitu mantan Kades Bojonegara yaitu Lurah Munji mengatakan perijinan itu sedang diurus, tetapi saya tidak tau sejauh mana pengurusan ijinnya” Ujar Asep, (27/11/2018).

Hasil Pantauan Lembarberita.co.id benar adanya proyek tersebut sepenuhnya di kelola oleh Munji, mantan Kades Bojonegara yang mengakomodir pengusaha lokal sebagai pemasok tanah urugan, yang juga disinylir belum memiliki badan usaha resmi.

Namun, hingga saat ini Munji belum juga bersedia untuk dikonfirmasi wartawan. Dan cenderung menghindar saat coba dihubungi melalui telepon selulernya. (Lidya)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *