Pemerhati Budaya : Kalau Peguron Disakiti, siap Kudeta IPSI Kota

Lembarberita.co.id, Cilegon – Dipecatnya dua Ketua Anak Cabang (Ancab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yakni Ketua Ancab Jombang Abdul Hamid (Mamit) dan Ketua Ancab Purwakarta Zainal Abidin oleh Pengurus IPSI Kota Cilegon berbuntut panjang.

Husen Saidan selaku Tokoh Pemerhati Budaya menanggapi, terkait dengan pemecatan dua Ketua IPSI Ancab Purwakarta dan Jombang ini sudah menyalahi aturan. Saat dimintai tanggapan oleh wartawan pada saat Pegelaran Seni dan Budaya Bandrong di Krakatau Jungtion, Minggu (16/09).

Baca 👉 https://www.lembarberita.co.id/2018/09/05/buntut-pemecatan-dua-pengurus-ancab-ipsi-kota-cilegon-kisruh/

“Ada tiga unsur, boleh dilakukan pemecatan IPSI yang pertama Meninggal dunia, yang kedua mengundurkan diri, dan ketiga membuat kesalahan yang tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.

Masih lanjut Husain “Terkait pemecatan tersebut menurut saya ketua IPSI Kota Cilegon wajib diberikan kartu merah kapan perlu dikudeta, karna yang memilih Ketua IPSI di kota cilegon adalah para peguron, dan seharusnya Ketua IPSI jangan sewenang-wenang memutuskan sesuatu yang belum tentu kebenarannya dan kamipu akan berinisiatif untuk mengumpulkan para peguron se-Kota Cilegon untuk membuat forum komunikasi peguron, agar kejadian yang dialami pak H. Mamit dan pak Zainal tidak terjadi lagi.” Lanjut Husain.

Husainpun memaparkan, ketika bapak pembangunan Alm Tb. Aat Syafaat menyatukan seluruh pendekar, tidak melihat dari partai mana atau dari kalangan apa, menurutnya, pak Aat ingin menyatukan seluruh pendekar.

“Alm pak Aat sudah mempersatukan seluruh Peguron, dan jangan sesekali memecah belah peguron, gara – gara pendekar berpolitik, atau beda warna, ini harus diluruskan, yang tidak boleh adalah budaya yang dipolitisasi oleh orang-orang politik.” Tegasnya.

Ditempat yang sama Abdul Hamid Selaku mantan ketua ancab Jombang, terus menanyakan alasan pemecatan dirinya, menurut Abdul Hamid pemecatan ini dilakukan secara sepihak tanpa ada komunikasi dan koordinasi langsung.

“saya menerima surat pemecatan ini, yah tentunya saya kaget, karena yang mengantarkan surat ini juga bukan Ketua IPSI atau Sekretaris IPSI Kota Cilegon, melainkan salah satu anggota paguron yang diperintahka untuk memberikan surat pemencata saya sebagai ketua ancab jombang.” ujar Abdul Hamid

Dia juga menjelaskan, Info yang didapatkannya, pemecatan dirinya dan ketua Ancab IPSI Purwakarta karena persoalan tamu undangan yang diundang pada saat menggelar seminar sehari tentang sejarah bandrong.

“Kita tidak tau pasti apa kesalahan kita, sehingga dipecat, cuman kabar yang berhembus, karena kita ngundang pak H. Heldy Agustian sebagai pembicara pada seminar se-hari tentang sejarah bandrong di Aula Kecamatan Purwakarta, padahal kita undang pa Heldi bukan sebagai politisi, tapi sebagai budayawan Cilegon yang faham akan sejarah budaya Cilegon dan di sanapun pak Heldi tidak bicara soal politik hanya memaparkan sejarah Geger Cilegon.” Jelas Abduh Hamid

Hal senada juga disampaikan Ketua Ancab IPSI Kecamatan Purwakarta Zainal Abidin, seharusnya IPSI ini, tidak bicara soal politik, tapi bicara soal seni budaya bandrong kedepan.

“Budaya adalah budaya, tidak boleh dicampur adukan dengan politik, jika kita analogikan seperti pelangi, jika hanya satu warna saja tidaklah indah, dan pelangi banyak warnanya jadi indah, di sini kita budaya jadi tidak bicara soal politik.” Jelasnya. (Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *