AMNKC dan 164 Nelayan Gelar Rapat Konsolidasi Penolakan Penggusuran Pangkalan Tanjung Peni

Lembarberita.co.id, Cilegon – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Cilegon dan Himpunan Nelayan Cilegon (HNC) yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Nelayan Kota Cilegon serta 164 anggota nelayan lainnya menggelar konsolidasi menolak penggusuran pangkalan Tanjung Peni yang berada di Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil Kota Cilegon.

Penolakan tersebut di lakukan sehubungan dengan adanya rencana PT Krakatau Steel yang akan menggerus pangkalan Tanjung Peni yang di duga untuk Kepentingan pengembangan PT Pelindo II.

Ketua HNSI Kota Cilegon H. Yayan Hambali mengatakan, bahwa perkembangan industri yang pesat di Cilegon berdampak pula terhadap keberadaan Nelayan yang kian hari terkikis pangkalannya.

“Kami adalah nelayan kecil yang mata pencahariannya menangkap ikan hanya untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya, Minggu (9/9/2018).

Lanjut H. Yayan bahwa seiring dengan penggusuran ini kami sudah melayangkan surat terbuka kepada Plt Walikota Nomor : 02/Eks/AMN/IX/2018, Perihal : Surat Terbuka Permohonan Perlindungan, kami meminta sebagai masyarakat nelayan ingin berdaulat atas pekerjaan kita.

“Selama ini kami mengalah dengan pangkalan yang sering di pindah-pindah demi kepentingan pembangunan Industri demi kemajuan Kota Cilegon dan ini pangkalan satu- satunya tapi mau di musnahkan,” tuturnya.

Sementara itu di lokasi yang sama ketua HNC Dedi Kusnadi mengatakan bahwa Tanjung Peni merupakan wilayah sepadan pantai juga sebagai wisata masyarakat satu-satunya yang ada di Cilegon serta tumpuan hajat hidup para Nelayan.

“Kami Menolak pangkalan kami di gusur oleh Krakatau Steel yang di duga untuk kepentingan pengembangan PT Pelindo II,” ungkapnya.

Maih lanjut Dedi, dalam mendapatkan izin usaha dan kegiatan khususnya izin lingkungan, salah satu persyaratannya adalah tidak ada unsur cacat Hukum dalam proses pengajuannya dan dampak negatif mampu ditanggulangi oleh pemrakarsa, pemerintah dan masyarakat terkena. bilamana rencana kegiatan tersebut tetap di laksanakan hal tersebut ada potensi ada unsur cacat hukum dalam proses pengajuan izinnya dan dampak negatif berpotensi tidak mampu ditanggulangi oleh pemrakarsa, pemerintah dan nelayan sebagai masyarakat terkena dampak

“Apabila usul di tolak tanpa di timbang, suara di bungkam, kami akan melakukan aksi seluruh Nelayan Cilegon dari Jalur laut hingga ke istana presiden untuk menuntut Hak kami sebagai warga Negara,” tandasnya.

Sementara itu Ustd Sunardi selaku Tokoh Masyarakat Kota Cilegon, yang turut hadir untuk mendukung ratusan Nelayan Tanjung Peni juga berharap, kepada semua pemangku kebijakan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi tradisional masyarakat nelayan, dalam tata hidup sosial yang bersahaja di Kota Cilegon.

“Masyarakat Nelayan Cilegon sebagai kearifan lokal harus kita pertahankan, makanya kami senang dengan semangat para nelayan yang hadir pada hari ini. Kami juga berdo’a, apabila diantara kami ada yang berkhianat dalam perjuangan ini, saya minta kepada Allah, agar segera diambil nyawanya,” (Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *