CILEGON – Di pecatnya dua Ketua Anak Cabang (Ancab) Ikatan Pencak Silat Indonesia(IPSI) yakni Ketua Ancab Jombang yang di Ketuai Abdul Hamid (Mamit) dan Ketua Ancab Purwakarta Zainal Abidin oleh Pengurus IPSI Kota Cilegon berbuntut panjang.

Banyak kalangan yang menilai pemecatan tersebut di nilai sepihak dan tidak sesuai dengan mekanisme Ad Art IPSI itu sendiri.

Seperti dikatakan oleh Husain Saidan selaku pemerhati Budaya Banten, Ia menyesalkan atas tindakan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon yang memberhentikan dua pengurus tersebut tanpa memakai aturan dan mekanisme yang benar.

“Apa yang dilakukan Pengurus IPSI dengan memberhentikan dua pengurus Ancab tanpa alasan yang tepat ini sudah keterlaluan, padahal keduanya masih aktif seharusnya kalau dia ( Mamit) dan Zainal Abidin salah seharusnya ada rapat khusus dan tidak sekonyong – konyong memecat mereka,” tegas Husain ketika di temui di kediamanya Rabu (5/9/2018).

Terkecuali lanjutnya kedua pengurus tersebut melakukan kesalahan fatal atau melakukan tindakan amoral baru mereka bisa di pecat.

“Walaupun saya tidak terlibat langsung di kepengurusan IPSI tapi saya memantau keduanya baik dan tidak pernah mencoreng nama baik IPSI Kota maupun Ancab dimana keduanya menjadi Ketua. Yang lebih miris didalam surat pemecatan tersebut tidak di jelaskan apa kesalahanya,”tukas Husain.

“Jadi saya sangat menyayangkan tindakan yang di lakukan IPSI Kota yang telah memecat keduanya tanpa alasan yang benar. Dan untuk itu saya bersama dengan peguron yang ada di Kota Cilegon akan melakukan langkah hukum atau bila perlu mosi tidak percaya dengan pengurus IPSI Kota Cilegon atas pemecatan tersebut,”imbuhnya.

Di ketahui di dalam Surat Keputusan bernomor SKEP – 001 / IPSI Cilegon / VIII/2018 yang di tanda tangani oleh Ketua IPSI Kota Cilegon Muharman Koto memutuskan Zainal Abidin di berhentikan dan digantikan oleh Uus Kusnadi.

Sedangkan berdasarkan Surat Keputusan bernomor SKEP – 002 / IPSI Cilegon / VIII / 2018 yang di tanda tangani oleh IPSI Kota Cilegon Muharman Koto memutuskan A. Hamid (Mamit) di berhentikan dan digantikan oleh Dasep Haeruman.

Di dalam surat keputusan tersebut tidak di sebutkan kesalahan apa mereka hanya tertera keduanya melakukan indispliner organisasi.(Red)

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *