Tiga Orang Tersangka Kasus Money Politic

Lembarberita.co.id, Serang – Kapolres Serang Kota AKBP Komaruddin bersama Kasat Reskrim Akp Ricardho Hutasoit melakukan rilis terkait pengungkapan kasus (Money politik) yang terjadi di Kota Serang pada saat menjelang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Serang, Banten, Kamis (19/7).

Kapolres Serang Kota Akbp Komaruddin mengatakan tersangka kasus Money Politik berjumlah tiga orang, yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan, dan sudah diajukan ke pihak Kejaksaan.

“Jumlah tersangka tiga orang, SP yang sudah menjalani vonis, yang sebelumnya SP di tangkap dalam kondisi melarikan diri, dia ditangkap di salah satu kamar hotel, di Carita bersama dengan MF , menurut pengakuan baru saja memasuki hotel tersebut, setelah 10 hari berpindah – pindah tempat, saat kita tangkap statusnya DPO dan dalam pelarian,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan SP dan juga MF, MF hadir dan mengetahui adanya pertemuan dan penyerahan uang, sedangkan RS yang menerima namun mereka tidak mengetahui kalau uang itu, ada kaitanya dengan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Serang (Money Politik).

“Pengakuan dari RS dan SP ,RS mengaku menerima uang sebesar Rp. 3.000.000,- pecahan Rp. 20.000 sebanyak Rp.2.000.000 dan pecahan Rp. 5000 sebanyak Rp. 1.000.000.
Ini dibenarkan oleh SP, dan mengakui telah memberikan uang tersebut sebagai simpatisan agar masyarakat memilih salah satu pasangan calon. Ia memberikan uang untuk warga sebesar Rp. 20.000 per orang,” tuturnya.

Tersangka MF kita kenakan Pasal 216 dengan ancaman hukuman penjara selama 4 bulan 2 minggu, mengingat yang bersangkutan di anggap menghambat proses pemeriksaan dengan tidak memenuhi panggilan sebanyak tiga kali, bahkan MF juga termasuk orang-orang yang kita nyatakan DPO.
Masih ada satu lagi YYMD yang saat ini belum kita dapati posisinya.

“Kami tidak mendalami terkait keterlibatan parpol, tapi hanya menyampaikan atau melaksanakan proses penyidikan dengan pelanggaran tindak pidana Pemilu, terlepas dari bersangkutan merupakan salah satu pimpinan atau anggota parpol lain itu ranahnya berbeda termasuk juga ada yang mempertanyakan masalah KSM dan lain sebagainya, itu bukan ranah kami, tapi dipihak Bawaslu,” tegasnya.

Adapun untuk barang bukti, Ia menambahkan “yang kita serahkan kepada kejaksaan sejumlah uang yang kita dapat dari para saksi masyarakat yang menerima sebanyak Rp.420.000,” tambahnya. (Siti Masunah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *